Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengklarifikasi terkait pemberitaan beberapa waktu lalu mengenai lima Tenaga kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan (Korsel) yang terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Mohamad Subuh, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemkes, mengatakan jika berita yang beredar tidak benar dan tidak jelas sumbernya.

“Tidak ada TKI di Korsel yang terkena MERS. Sampai hari ini juga belum ada notifikasi dari Kementerian Kesehatan Korsel, karena satu saja ada yang terkena, mereka pasti akan melapor kepada saya, selaku penanggung jawab di Indonesia,” kata Mohamad,sesaat usai mendampingi Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, untuk simulasi kesiapsiagaan dan penatalaksanaan MERS di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (3/7).

Seperti dilansir dari Beritasatu. Kemkes sejauh ini juga sudah berkoordinasi dengan Kemkes Korsel, Kedutaan Besar RI di Korsel, dan Kedutaan Besar Korsel di Indonesia dan memang tidak ada kasus MERS-CoV yang menimpa TKI Indonesia di Korsel.

“Staf saya juga sudah mengecek ke BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia), mereka juga mengatakan tidak pernah membuat pernyataan ada TKI di Korsel yang kena MERS, Tegas sekali mereka sampaikan, jadi berita itu tidak benar,” pungkas Subuh. (ber/pras)