BALITODAY.NET – Fatya Ginanjarsari, finalis Puteri Indonesia 2017 menjadi salah satu nama yang tercatut dalam kasus prostitusi online. Namun ternyata sebelum kasus ini mencuat ke permukaan Fatya telah dipecat dari Puteri Indonesia.

Menurut Senior Communication Yayasan Puteri Indonesia (YPI), Mega Angkasa membenarkan kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah memberhentikan Fatya karena telah melanggar kontrak perjanjian.

“Fatya bukan finalis PI karena sudah kita pecat tahun 2018 awal. Karena melanggar pasal-pasal dalam kontrak dengan YPI,” ujar Mega, dikutip dari Deti.com, pada Jumat (11/1/2019).

Mega menyebutkan bahwa Fatya secara diam-diam telah mengikuti Miss Tourism Worls 2018. Hal ini melanggar kontrak karena pihak YPI tidak memperbolehkan para finalis mengikuti ajang internasional selama terikat dengan kompetisi tersebut.

“Dalam kontrak dengan YPI tidak boleh mengikuti ajang International. Tapi anak ini nyelonong tanpa ijin, langsung di PECAT,” pungkas Mega.

Sebelumnya, Fatya menjadi salah satu dari sederet nama artis yang diduga terlibat dengan kasus prostitusi online yang juga melibatkan artis FTV Vanessa Angel. Selain dua nama tersebut, pihak kepolisian juga menyebut beberapa nama lainnya.

“Ini yang pertama adalah ML itu Maulia Lestari. Kemudian BS itu Baby Shu. Fatya Ginanjarsari, kemudian Riri Febianti, Aldira Chena kemudian Tiara Permata Sari,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. (KIS)