BALITODAY.NET – Korban tsunami di wilayah Banten dan Lampung saat ini mulai perlahan bangkit dari keterpurukan. Begitupun dengan Ade Jigo yang menjadi korban selamat dalam peristiwa tersebut.

Ade kini mulai kembali tampil dalam beberapa acara di televisi. Belum lama ini ia tampil dalam acara Hitam Putih untuk menceritakan pengalamannya menghadapi bencana tersebut.[irp]

Tak hanya menceritakan bagaiman perjuangannya menyelamatkan diri, Ade juga menceritakan pengalaman spiritual yang dialaminya selama terjebak dalam gelombang tsunami tersebut.

Ade menceritakan dirinya dan sang anak sempat terseret arus selama lima menit. Ia akhirnya berhasil selamat setelah berpegang erat pada seutas tali di sebuah ruangan sempit.

Menurutnya, di dalam ruangan itu ia tak hanya bersama sang anak. Ada banyak orang yang saat itu juga terjebak dalam ruangan tersebut.

“Di dalam ruangan itu ada banyak kepala yang menghadap ke depan,” kata Ade

Ade mengatakan bahwa suasana di dalam ruangan kecil itu tidaklah menakutkan, karena tidak ada yang berteriak kesakitan dan sangat tenang. Justru baginya, suasana tersebut terasa seperti saat mendengarkan tausiyah atau ceramah.

“Itu kaya lagi orang dengerin ceramah, tidak ada orang kesakitan, tidak ada orang teriak minta tolong,” tambahnya.

Selain itu, Ade juga merasa heran karena anaknya yang saat itu bersamanya sama sekali tidak menangis. Setelah bertahan selama lima menit, Ade kemudian melihat sebuah pintu kecil terbuka melawan arus. Dan orang-orang keluar secara tertib melalui pintu itu.[irp]

“Secara logika, nalar, harusnya kedorong air ke luar. Itu pintu (terbuka) ke dalem. Oh, itu mukjizat untuk gua. Dan yang buat gua aneh nggak ada orang yang berebutan keluar,” jelas Ade.

Setelah berhasil dievakuasi, diketahui ruangan kecil tersebut adalah ruang kontrol pembuangan air kolam renang. Kabarnya dalam ruangan kecil tersebut pula jenazah istri Ivan senventeen ditemukan.


Penulis : Kistin S
Editor : Kistin S