Cuaca ekstrim yang melanda Pakistan akhir – akhir ini banyak memakan korban. Tercatat seribu orang meninggal akibat serangan gelombang panas.

Serangan gelombang panas yang melanda Pakistan, cukup membuat kewalahan pemerintah Pakistan. Banyak mayat yang menumpuk, dikhawatirkan bisa menjadi permasalahn baru, yaitu timbulnya wabah penyakit.

Diberitakan Al Jazeera, Rabu (24/6/2015) waktu setempat, suhu tinggi yang pernah tercatat sejak Sabtu mulai 43 derajat Celsius sejak Sabtu yang disertai dengan kelembaban tinggi.

Kondisi suhu panas itu terjadi berbarengan dengan umat Muslim di Pakistan yang sebagian besar sedang menunaikan ibadah puasa pada siang hari. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Pakistan menyatakan hari libur umum sejak Rabu (24/6/2015), sehingga warganya bisa tinggal di rumah.

Mayoritas warga yang tewas di Karachi adalah orang tua, warga miskin dan pekerja kasar di luar ruangan, hal ini memaksa ulama mengeluarkan imbauan untuk tidak berpuasa selama cuaca panas di bulan Ramadan.