Columbia, Dylann Roof akhir-akhir ini menjadi sosok yang banyak diperbincangkan, setelah kejadian penembakan jemaah gereja Charleston negara bagian Columbia, Amerika, minggu lalu.

Dari investigasi sementara di indikasikan Roof mengalami depresi karena sakit hati cinta nya bertepuk sebelah tangan setelah wanita yang ia sukai dikencani seorang pria berkulit hitam, namun, ada pernyataan lain dari teman-teman nya di sekolah mengenai kejadian mengerikan yang dilakukan Roof.

Christon Scriven menuturkan pada Assosiated Press bahwa Roof seminggu sebelum kejadian mengatakan akan menyakiti banyak orang di gereja Charleston, sayang nya Scriven menganggap itu hanya sebagai gurauan, karena pada saat itu Roof dan dirinya dalam kondisi mabuk bersama satu teman lain nya Joey Meek.

“Katanya dia akan menyakiti banyak orang di sekolahnya” tutur Scriven (22) “Apa yang kamu katakan ? kenapa kamu mau menyakiti orang-orang di Charleston?” scriven mengulangi pertanyaan yang ia katakan pada Roof waktu itu.”Dia hanya berkata ‘dalam tujuh hari… aku memiliki waktu tujuh hari”.

Seminggu kemudian, pada Rabu, Roof (21) pergi ke Gereja Charleston, sekitar satu jam Roof duduk di dalam kelas al-kitab, dan kemudian mulai menembaki jemaah lain nya.

Dalam penembakan itu, 9 orang meninggal, dan banyak lain nya terluka.

 

Sumber : Associated Press   Editor : Prasetyo