MALANGTODAY.NET – Naturalisasi pemain asing belakangan ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan performa tim nasional (timnas) sepak bola suatu negara. Indonesia menjadi salah satu negara yang beberapa kali menggunakan jasa pemain naturalisasi agar dapat membela timnas. Nama-nama seperti Christian Gonzales, Rapahel Maitimo, hingga Alberto Goncalves pernah membela Timnas Garuda.

Langkah Indonesia ini ternyata diikuti oleh musuh bebuyutannya, Malaysia. Timnas Negeri Jiran baru-baru ini kedapatan menggunakan jasa pemain naturalisasi saat helatan Piala AFF 2018 lalu. Mohamadou Sumareh yang berdarah Gambia dinaturalisasi oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).[irp]

FAM bukan tanpa alasan menaturalisasi Sumareh. Performanya saat membela Pahang FA membuatnya dipanggil membela timnas Harimau Malaya. Meski tak menyumbang satu gol pun, pihak federasi menyatakan bahwa proyek naturalisasi tidak akan berhenti begitu saja. FAM mengklaim bahwa proyek ini berdasarkan kebutuhan untuk meningkatkan performa timnas.

“Kami tidak punya pilihan lain selain memasukkan pemain naturalisasi. Bukan berarti tim nasional akan diisi pemain naturalisasi, tapi kami merekrut berdasarkan posisi yang dibutuhkan,” kata Ketua Komite Program Naturalisasi FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, dikutip dari FourFourTwo, Jumat (28/12/2018).

Diakui oleh Mohd Yusoff, timnas Malaysia tengah mengalami krisis striker bagus. Setelah era Safee Sali berakhir, tak ada pemain lokal yang menyamai kualitas pemain yang pernah bermain untuk klub Indonesia, Pelita Jaya.[irp]

“Jika kami berharap kepada pemain lokal, terutama dari Liga kami, sangat sulit mencari striker bagus,” katanya.

Sejauh ini, terdapat 15 pemain yang telah terdaftar sebagai pemain naturalisasi. Selain Sumareh, ada nama Kiko Insa yang sebelumnya pernah merumput di Liga Indonesia membela panji klub Arema Malang. Ia telah mencatatkan 6 penampilan bersama Harimau Malaya.


Penulis : Radea Hafidh
Editor : Radea Hafidh