Putu Gede Juniantara © liputan6.com

Meninggalkan Bali United bukanlah hal yang mudah bagi Putu Gede. Ia mengaku akan merindukan rekan-rekan dan tim pelatih Bali United.

Bersama Bali United, ia banyak mendapat kepercayaan dari tim pelatih untuk tampil di partai-partai besar. Dengan itu, jam terbangnya menjadi semakin tinggi.

Selain itu, faktor kedekatan dengan keluarga diakuinya sebagai sesuatu yang membuatnya betah bermain di Bali United.

Selain bermain di depan publiknya sendiri, ia juga dapat menunjukkan skillnya di depan orang tua dan pacarnya apabila berlaga di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

“Baru pertama kali saya main di turnamen di dekat rumah saya. Ditonton keluarga dan pacar,” ujarnya.

Setelah ini, ia kembali membela Surabaya United untuk berlaga di PialaGubernur Kaltim. Seperti diketahui, Putu Gede dipinjamkan Surabaya United setelah tim tersebut tidak mengikuti kompetisi dalam waktu yang lama.

Untuk mempertahankan level permainan dan kebugaran, ia akhirnya dipinjamkan ke Bali United untuk bereuni dengan Indra Sjafri yang merupakan mantan pelatihnya di Timnas U-19.

Dalam Piala Gubernur Kaltim, Surabaya United tergabung di grup C bersama PON Kalimantan Timur, Semen Padang dan Persiba Balikpapan yang akan bertanding di Balikpapan. (trn/fal)