Logo Kemenpora © balipost.com

Sebagai upaya memfasilitasi persiapan penyelenggaraan kualifikasi cabang sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, Pihak Kemenpora mengucurkan bantuan sebesar Rp10,5 milyar.

Dengan adanya bantuan tersebut, panitia pelaksana tinggal menambah Rp2 milyar untuk biaya pelaksanaan yang mencapai Rp12 milyar.

Sesmenpora, Alfitra Salamm, mengharapkan pelaksanaan PON 2016 ini dapat berlangsung lancar dan jauh dari praktik pengaturan skor.

Sementara untuk masalah keamanan penyelenggaraan, Ketua Asprov PSSI Jabar, Dudi Sutandi, berharap akan adanya bantuan pengamanan dari pihak yang berwenang. Selain itu, seluruh tiket masuk pada babak kualifikasi akan digratiskan.

“Kami mohon arahan dan bantuan Ketua Tim Transisi Pak Bibit Samad Rianto. Saya juga mohon kesediaan Menpora untuk melakukan tendangan pertama. Zona pembukaannya belum kami tentukan,” kata Dudi Sutandi.

Kick off Pra-PON akan dilakukan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi pada 20 Februari dan langsung serentak di empat stadion lainnya, yaitu Stadion Galuh Ciamis, Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Stadion Si Jalak Harupat Bandung dan Stadion Siliwangi Kota Bandung.

Nantinya tim akan terbagi dalam enam grup untuk berkompetisi di babak kualifikasi. Untuk Grup A di isi Banten, Jatim, DKI Jakarta, Jateng dan Yogyakarta. Grup B dihuni Bali, NTT dan NTB. Sedangkan Grup C ada Kalbar, Kalsel, Kalteng dan Kaltara. Adapun Grup D diisi Sulsel, Sultra dan Sulbar. Sementara Grup E Sulut, Sulteng dan Gorontalo. Grup F Maluku, Malut, Papua dan Papua Barat. (blp/fal)