Made Gilang Ari Permana © beritabali.com

Kembali terjadi aksi kekerasan fisik terhadap siswa oleh guru. Kali ini kejadian yang terjadi di Kabupaten Buleleng ini menimpa Made Gilang Ari Permana (13), siswa kelas VII SMPN 3 Banjar.

Melihat perlakuan terhadap anaknya, ayah Gilang, Made Astika, pun tidak terima dan mendatangi pihak sekolah untuk meminta klarifikasi terhadap kejadian tersebut.

Made Astika yang tinggal di Dusun Munduk, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, ini mempertanyakan keputusan Jayadi, guru olahraga Gilang yang memukul kepala anaknya.

“Ini gara-gara potongan rambut anak saya yang dibikin model cukuran tipis kanan dan kiri serta lebat pada bagian tengahnya (model ala mohawk). Dia (Gilang) ceritakan kepada saya bahwa kejadiannya pada saat kumpul dengan teman-temannya di sekolah,” ujar Astika

Ia mengaku kesal terhadap Jayadi karena selama ini ia membesarkan anaknya tanpa kekerasan. Akan menjadi sia-sia apabila selama ini ia menjaga sikapnya, namun di sekolah dibesarkan dengan kekerasan.

Seperti dilansir beritabali.com, Kepala Sekolah SMPN 3 Banjar, Made Subawa mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan di kepala siswa didiknya itu. Subawa mengaku akan melakukan pembinaan terhadap guru tersebut.

Dikomfirmasi terkait dengan kejadian itu, Jayadi membantah tindak kekerasan yang dilakukannya tersebut. Ia mengaku hanya memegang kepala siswa itu sambil memperingati untuk merubah potongan rambut Gilang.

“Saya di sini menginginkan agar anak itu terbiasa dengan peraturan yang baik. Sedangkan Gilang di atas ada jambulnya dan saya kurang baik melihatnya. Dan saat itu si Gilang bilang akan mencukur rambutnya kembali lalu tidak ada masalah apa-apa,” paparnya. (brb/fal).