Skuad Bali United ©goal.com

Di bawah asuhan Pelatih Kepala Indra Sjafri, Bali United dikenal sebagai tim yang dihuni pemain-pemain muda dalam negeri.

Tidak sedikit mantan pemain asuhannya di timnas U-19 ikut dibawanya ke Bali United. Hal ini membuat permainan Bali United menjadi hidup karena dihuni pemain-pemain muda yang masih enerjik dan bernafas panjang.

Namun, untuk masalah pengalaman dan kematangan bermain, tim ini masih belum memilikinya. Seringkali masalah mental ini menjadi penghambat Bali United untuk bermain konsisten, seperti terlihat di turnamen yang diadakan sebelumnya.

Skuad Bali United terlihat kewalahan menghadapi tim-tim lain yang dihuni pemain lokal dan asing berpengalaman.

Oleh karena itu, para suporter Bali United memberikan saran kepada manajemen untuk segera merekrut pemain asing untuk mengimbangi semangat dan tenaga besar pemain muda dalam tim.

Menanggapi respon suporter ini, CEO Bali United, Yabes Tanuri, mengatakan bahwa hal tersebut merupakan masukan yang sangat bagus.

Namun, untuk saat ini, mereka belum berencana menggunakan jasa pemain asing karena iklim sepak bola Indonesia dinilainya belum kondusif.

Hal ini disebutnya bukan karena Bali United berprinsip bahwa mereka anti pemain asing.

“Kami tidak anti pemain asing. Saat kompetisi berjalan, kami akan memakai pemain asing sesuai kebutuhan tim. Kami serahkan hal itu kepada tim pelatih,” pungkasnya. (trn/fal)