Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypti ©info-kes.com

Musim hujan yang sedang berlangsung bulan-bulan ini membuat penyebaran penyakit Demam Berdarah semakin cepat, tak terkecuali di Pulau Bali.

Di Karangasem contohnya, kasus Demam Berdarah tercatat mencapai angka 97 pada interval Januari-Februari tahun 2016. Jumlah ini meningkat 10% dibanding Bulan Januari-Februari tahun lalu.

Sebetulnya petugas Dinas Kesehatan telah berupaya menekan kasus DB di Karangasem, salah satunya dengan melakukan fogging di delapan kecamatan, yaitu di Kecamatan Karangasem, Bebandem, Sideman, Selat Abang, Kubu, Rendang, dan Manggis.

Kepala Dinkes Karangasem, IGM Tirtayana, menyebutkan mereka telah menyisir daerah-daerah yang rawan terkena kasus DB dengan fogging dan pemberian bubuk abate di sarang nyamuk. Ia menambahkan biaya sekali fogging memakan biaya lebih dari Rp1 juta.

Semoga dengan apa yang kami lakukan ini, jumlah kasus DB berkurang,” tuturnya.
Seperti dilansir tribunnews.com, selain di delapan titik tersebut, Dinkes juga melayani fogging atas permintaan para warga. Seperti diketahui, aksi pemberantasan nyamuk ini telah dilakukan sejak awal Februari.

Memang diakui, fogging tidak dapat memberantas seluruh nyamuk yang ada, namun diakuinya sangat efektif menekan jumlah nyamuk dan sarang yang ada. (trn/fal)