Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno akan segera menindak lanjuti informasi mengenai keterlibatan dua pilot Indonesia dalam organisasi radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Nanti saya akan bicara dengan BIN (Badan Intelijen Negara), Kepolisian, dan BNPT (Badan Penanggulangan Terorisme),” kata Tedjo usai menghadiri rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (9/7).

Tedjo telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran ISIS, pertama dengan memonitor jaringan radikal Negara Islam Irak dan Suriah itu lewat Badan Intelijen Negara, Polri, dan BNPT. Ketiga lembaga tersebut harus bisa bekerjasama sama dengan erat untuk menangkal Radikal Negara Islam Irak dan Suriah yang makin menyebar luas di Indonesia, Informasi mengenai dua pilot Indonesia yang terlibat ISIS didapat dari dokumen rahasia Kepolisian Federal Australia (AFP) yang bocor. Berdasarkan Dokumen AFP Dua pilot itu ialah Ridwan Agustin dari maskapai penerbangan AirAsia dan Tommy Abu Alfatih dari maskapai Premiair. Seperti yang dilansir CNNindonesia.com

Menurut dokumen AFP tersebut, Kepolisian Australia sampai pada kesimpulan Ridwan dan Tomi bergabung dengan ISIS salah satunya setelah mengecek ke akun sosial media mereka. Kenyataan adanya pilot yang terlihat ISIS pun mengkhawatirkan Australia.

Didalam dokumen AFP itu bertuliskan “Pilot dan kru udara lainnya dengan akses menuju dan di dalam lingkungan penerbangan bisa menjadi ancaman nyata jika mereka teradikalisasi. Akses dan pengetahuan soal keamanan dan keselamatan memberi mereka kemampuan menyerang,”
Tulis AFP dalam dokumen rahasia itu, majalah Al-Qaidah, Inspire, edisi terbaru nyata mendorong serangan di lingkungan penerbangan. (cnn/ind)