ilustrasi © tribunnews.com

Kelompok Peduli Pariwisata Bali (KPPB) akhirnya melakukan penindakan terhadap armada taksi liar yang berada di wilayah Bali. Penindakan tersebut dilakukan pada hari Senin (08/02) kemarin atas dasar menjaga citra pariwisata.

Selama ini taksi maupun jenis angkutan umum lain yang bersifat liar dikhawatirkan bisa merusak image Bali di bidang pariwisata. Tak hanya itu, keseleamatan wisatawan juga menjadi taruhan saat menggunakan jasa angkutan umum liar.

Seperti dilansir Berita Bali, kemarin (08/02), KPPB sempat melakukan investigasi di sebuah hotel di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung. Di sana, tim KPPB menemukan satu armada taksi liar yang hendak mengangkut sejumlah wisatawan asing asal Tiongkok.

Koordinator KPPB, David, akhirnya menghentikan taksi tersebut karena tidak memiliki ijin dan daftar tamu yang hendak dibawa.

“Rombongan turis ini masuk dalam list tamu milik travel agent yang lain, tapi mereka (taksi liar) mau angkut ke Lembongan. Saat kami tanya ijin travel dan list tamu yang mereka bawa, mereka tidak bisa tunjukkan,” kata David.

David menambahkan jika aktivitas angkutan umum liar yang beredar memang dapat membahayakan para wisatawan itu sendiri. Pasalnya mereka tidak akan mendapat pertanggungjawaban atas keselamatan atau hal teknis lainnya.

KPPB sendiri berinisiatif melakukan inspeksi terhadap angkutan umum liar karena mereka menganggap Dinas Perhubungan kurang tanggap untuk menangani masalah ini. (brb/fif)