BALITODAY.NET – Jembatan Brooklyn adalah salah satu landmark ikonik yang dimiliki New York. Dibalik kemegahannya, siapa yang menyangka pembangunannya atas pemikiran seorang insinyur yang tak berdaya?

Awal pembangunan jembatan ini diinisiasi oleh seorang insinyur yang berpengalaman dalam membuat jembatan gantung bernama John Roebling. Pada tahun 1870, Roebling memiliki mimpi untuk membangun jembatan megah yang menghubungkan New York dan New Island. [irp]

Keinginannya semakin kuat karena kala itu belum ada jembatan yang spektakuler. Namun sayang, ide Roebling banyak mendapat penolakan dari para insinyur jembatan. Mereka mengatakan pembangunan jembatan di atas East River mustahil. Sebab, lalu lintas perekonomian di East River sangat ramai.

Meski mendapat banyak penolakan, Roebling tetap bersikukuh membangun jembatan tersebut. Akhirnya, ia meminta putranya yang seorang arsitek, Washington Roebling untuk mewujudkan jembatan megah tersebut.

Nahas, setelah beberapa bulan jembatan dibangun, Roebling ditabrak kapal ferry yang melintas di East River. Kakinya kemudian harus diamputasi. Selang dua minggu setelah itu, Roebling meninggal karena mengalami tetanus.

Proyek pembangunan jembatan kemudian diambil alih oleh Washington. Lagi-lagi tragedi terjadi. Jembatan Brooklyn yang dibangun dengan caisson sebagai pondasi harus menelan korban. Saat itu, Washington tengah meninjau caisson (ruang kedap air bertekanan udara tinggi), tapi ia kemudian naik ke permukaan terlalu cepat. Akibatnya, ia  menderita penyakit caisson.

Dengan penyakit itu, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menggerakkan jari telunjuk tangan kanannya. Meski kini gerak tubuhya terbatas, ia memaksimalkan pikirannya untuk menyelesaikan jembatan Brooklyn.

Kala tumbangnya dua pemegang kunci utama pembangunan jembatan Brooklyn tak berdaya, para insinyur semakin mencemooh jembatan Brooklyn tidak akan terbangun. Namun mereka salah, Washington tak kehilangan akal. [irp]

Ia kemudian meminta bantuan kepada istrinya, Emily Roebling untuk menjadi penghubung antara ia dan para pekerja jembatan. Disambut dengan kegigihan Emily belajar tentang kontruksi jemabtan sesuai instruksi suaminya, Jembatan Brooklyn berhasil dibangun sempurna.

Dilasnir dari Shiftindonesia.com, jembatan sepanjang 1.825 meter tersebut rampung pada Mei 1883. Jembatan suspensi terpanjang ini kemudian resmi dibuka untuk umum pada 24 Mei 1883.

Pada tahun 1964, Jembatan Brooklyn ditetapkan sebagai National Historic Landmark. Tak cukup sampai di situ, pada tahun 1972 jembatan bergaya gothik ini ditetapkan sebagai National Historic Civil engineering Landmark. (AL)