Ilustrasi ©kabarkorupsi.com

Kemarin (17/02), seorang bupati terpilih untuk daerah Bangli, Made Gianyar, diperiksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangli sebagai saksi.

Hal ini tentunya mengejutkan karena Gianyar baru saja dilantik menjadi Bupati Bangli sehari sebelumnya. Ia diperiksa sebagai saksi oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangli beberapa hari lalu.

Kepala Seksi Pida Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Bagli, Bagus Agung, menyatakan bahwa Gianyar diperiksa atas kasus dugaan korupi biaya Upah Pungut Pajak Bumi dan Bangunan (UP PBB) Kabupaten Bangli sebesar 4% dari tahun 2006 sampai 2010.

Total hingga saat ini ada 20 saksi yang diperiksa terkait Biaya Upah Pungut PBB tahun 2006 sampai 2010. Saksi-saksi ini antara lain berasal dari Dinas Pendapatan, Kantor Pelayanan Pajak, Bagian Ekonomi dan Pembangunan, Bagian Hukum, dan beberapa bagian lain.

Sementara itu, seperti dilansir metrobali.com, kerugian yang dialami negara diperkirakan mencapai Rp900 juta.

Agung menyatakan publik harus mengetahui bahwa status Gianyar saat ini masih sebagai saksi. Sehingga ia berharap masyarakat tidak terlalu membesar-besarkan hal ini, apalagi mengabarkan isu bahwa status yang bersangkutan telah menjadi tersangka.

“Benar yang bersangkutan memang diperiksa. Tetapi beliau diperiksa masih dalam kapasitas sebagai saksi. Bukan sebagai tersangka. Ini yang harus kami luruskan kepada publik. (mtb/fal)