BALITODAY.NET – Tepat hari ini, salah satu proklamator kemerdekaan, Mohammad Hatta, meletakkan jabatannya sebagai wakil presiden (wapres) Republik Indonesia. Hatta resmi meninggalkan jabatan yang diembannya sejak proklamasi kemerdekaan hingga tahun 1956. Selepas Hatta, jabatan ini kosong sampai 17 tahun lamanya. Sesulit itu kah mencari figur penggantinya?

Terlepas dari segala hal, jabatan wapres kerap dikesampingkan publik. Hal ini karena figur presiden yang umumnya sangat kuat dan melekat di masyarakat sehingga banyak yang abai dengan keberadaan orang nomor dua setelah presiden ini. Meski demikian, Indonesia mencatatkan sejarah memiliki wapres-wapres cemerlang yang juga memiliki pengaruh bagi bangsa.

Baca Juga: Mengenang Hari Kematiannya, Ini 4 Cinta Paul Walker Untuk Indonesia

Siapa saja mereka? Berikut ulasannya!

Hamengkubuwono IX
Hamengkubuwono IX
Hamengkubawono IX @Wikipedia

Sri Sultan Hamengkubuwono IX dikenal sebagai salah satu sultan yang memimpin Kasultanan Yogyakarta sejak tahuin 1940 hingga tahun 1988. Ia adalah wapres kedua dalam sejarah Indonesia setelah jabatan ini lowong ditinggal Hatta pada tahun 1956. Ia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka dan berjasa besar dalam lika-liku perjuangan bangsa Indonesia.

Adam Malik
Adam Malik
Adam Malik (kiri) @Rilis

Adam Malik adalah wapres ketiga Indonesia dan salah satu dari pemuda yang mengamankan Soekarno ke Rengasdengklok sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia. Salah satu prestasi membanggakan yang pernah ditorehkannya adalah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ke- 26 pada tahun 1971.

Baca Juga: Kekalahan Paling Memalukan Klub Sepak Bola Terbaik Dunia, Barcelona

B.J. Habibie
B.J. Habibie
B.J. Habibie @BreakingNews

Yap, sosok fenomenal satu ini tak lepas dari statusnya sebagai salah satu orang terpintar yang lahir di Indonesia. Ia tercatat sebagai presiden dan wapres yang memiliki jabatan terpendek di Indonesia. Habibie yang merupakan salah satu orang berpengaruh di dunia memberi sumbangsih besar pada dunia ilmu pengetahuan, terutama dalam hal pesawat terbang.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar