Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember merupakan tiga kabupaten di mana Gunung Raung berdiri gagah. Gunung dengan ketinggian 3332 meter ini termasuk gunung berapi yang terdapat di Jawa Timur.  Puncaknya merupakan puncak tertinggi dari kawasan Pegunungan Ijen.

Hampir lima abad berlalu sejak pertama kali Gunung Raung dicatatkan meletus. Terhitung mulai 1593 hingga awal abad ke-19, tercatat 20 kali gunung yang punyaikawasan hutan Dipterokarp Bukit, Dipterokarp Atas, Montane, Ericaceous atau hutan gunung ini meletus.

Sepuluh tahun setelahnya, gunung ini kembali menunjukkan tanda-tanda akan memuntahkan lahar panas. Asap mengepul dari kawahnya sejak 1913. Meletus lagi pada 1915, Gunung Raung tercatat berturut-turut meletus dan meletus lagi pada 1916, 1917, 1921, hingga 1924.

Tak menunggu waktu lama untuk Gunung Raung berontak lagi. Tahun 1927 lahar panas kembali menyembur dari kawahnya. Sejak saat itu, hingga 1999 tercatat ada 31 kali letusan. Disusul kemudian pada Juli 2000, Juni-Agustus 2002, April-Oktober 2004, Juli-Agustus 2005, dan Agustus 2007.

Satelit Landsat 8 NASA kemudian mendeteksi adanya satu lubang magma pada 19 Oktober 2012.  Tak ada catatan lagi hingga aktivitas vulkanis di sana dikabarkan meningkat sejak tanggal 21 Juni 2015 lalu. Material pijar lkemudian mulai menyembur, lima hari setelahnya.

Kali ini, satelit Landsat 8 NASA mendeteksi adanya dua lubang magma, sehingga diperkirakan tak akan terjadi letusan besar. Dipelajari juga bahwa letusan Gunung Raung kali ini bertipe Strombolian, kecil tapi terus-menerus mengeluarkan pijar.

4 Juli 2015, letusan terjadi, tapi semburan materi pijar dikabarkan tidak keluar dari kawah. Daerah di sekitar Gunung Raung pun dituruni hujan abu. Dampaknya dirasakan oleh masyarakat Jember, Banyuwangi, hingga Bali. Australia bahkan menunda penerbangan karena erupsi ini.

Selasa (7/7) kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rakor menghadapi erupsi Gunung Raung ini. Alat baru untuk memantau aktivitasnya pun dipasang. Mereka mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kemungkinan meletusnya.

Dinyatakan berstatus siaga, TNI sudah mempersiapkan tenda pengungsian untuk masyarakat yang terkena imbas fenomena alam ini. Setelah kemarin belum ada himbauan untuk mengungsi, kali ini tampaknya mereka sudah harus ikut siaga dan lebih baik mengungsi secepatnya. (wed)