Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Timur menerima mahasiswa dari jalur Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah sebesar 30 persen.

Ketua Panitia Lokal 50/SBMPTN Surabaya Prof Yuni Sri Rahayu mengatakan, “Kuota yang lebih dari 30 persen itu karena kami menerima limpahan dari jalur Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN),” kata Yuni Kamis (9/7/2015).

Yuni Sri Rahayu, selaku Ketua Panitia SBMPTN Lokal 50/ Surabaya, menjelaskan limpahan kuota dari jalur SNMPTN itu terjadi karena banyak mahasiswa yang diterima lewat jalur SNMPTN ternyata tidak melakukan daftar ulang.

“Bukan hanya itu, kekurangan kuota SNMPT itu juga bisa terjadi akibat ada program studi (prodi) yang pendaftarnya tidak sesuai dengan passing grade yang ditargetkan, sehingga tidak diterima,” katanya.

Wakil Rektor I Universitas Negeri Surabaya mengatakan, “Total daya tampung Unesa lewat SBMPTN (jalur ujian tulis) adalah 1.532 kursi, tapi kami menerima lebih dari kuota yakni 1.927 kursi. Kelebihan kuota itu merupakan hasil limpahan dari jalur SNMPTN (jalur undangan). Dari jumlah itu, kami menerima 477 mahasiswa Bidikmisi”, katanya

Seperti yang dilansir dari Okezone.com, kelebihan kuota lainya juga dialami oleh Universitas Airlangga, dan Universitas Islam Sunan Ampel. Dari daya tampung sebanyak 1.505 kursi, Unair menerima 1.735 mahasiswa baru, sedangkan UINSA dari kuota 402 kursi justru menerima 521 mahasiswa baru.

“Mahasiswa Bidikmisi Unair ada 258 orang dari 1.735 mahasiswa baru itu,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Unair, Dr MG Bagus Ani Putra. (oke/ind)