Pilot Pesawat Hercules C-130 jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatra Utara, adalah laki-laki kelahiran Parititiga Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka-Belitung.

Kapten Penerbang Sandy Permana adalah anak dari Radmojo yaitu seorang PNS dan mengajar di SD daerah Jampan, Desa Kelabat, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.

Sandi menempuh sekolah menengah pertama di SMP Negri Jebus dan dan meneruskan SMA di SMA Jebus juga kemudian lulus Akmil

Kapten pilot pesawat itu merupakan penerbang dari Skuadron Udara 32 Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Kapten Penerbang Sandy Permana, yang baru saja lulus dari berbagai tahapan, baik pelatihan, pendidikan, maupun pengalaman operasi penerbangan sejak setahun yang lalu, yakni pada 6 Maret 2014.

Ia berhasil mencapai level kapten pilot, suatu kualifikasi bagi penerbang pesawat transpor militer yang telah dinyatakan mampu melaksanakan tugas penerbangan secara profesional dalam berbagai kendala.

Atas keberhasilannya mencapai kualifikasi tersebut, Sandy Permana mendapat penghargaan berupa herky number. Tak hanya menjadi siswa terbaik, ternyata Sandy pun memiliki jabatan Ketua Senat Pasis Sekkau Angkatan 97. Hal tersebut terlihat dalam artikel yang CNN Indonesia kutip dari laman TNI Angkatan Udara.

Seperti yang dilansir cnnindonesia, disebutkan Sandy memberikan ucapan terima kasih kepada kepada Komandan, Para Patun dan Seluruh Staf Sekkau serta Ketua beserta Pengurus PIA-AG Cabang 7 Gab II Sekkau yang selama ini pro-aktif mendukung pasis Sekkau Angkatan ke-97, dalam melaksanakan kegiatan Pendidikannya.

Sandy merupakan satu dari 12 prajurit TNI AU yang diketahui berada di pesawat hercules yang jatuh tersebut. Selain Sandy, ada Letnan Satu Pandu Setiawan sebagai Penerbang BR dan Letnan Dua Dian Sukma P sebagai Penerbang II yang mendampingi Sandy sebagai pilot(cnn/ind)