Percepatan pengembangan kawasan perbatasan, yang mencakup Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB), khususnya kawasan perbatasan yang menjadi sentra  perdagangan di pucuk negeri, tidak terkecuali wilayah PPLB Entikong, Kalimantan Barat yang diproyeksikan selesai dua tahun lebih awal dari jadwal semula.

Presiden dalam hal percepatan pengembangan ini, memerintahkan seluruh jajaran Menteri terkait proyek skala besar ini untuk membangun kawasan perbatasan lebih bagus dan maju dari negara tetangga.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membenarkan terkait kabar jika Presiden menagih realisasi dan percepatan pembangunan kawasan perbatasan, karena dari semua lini, baik pemerintah pusat melalui Kementerian dan pemerintah daerah, serta anggaran sebesar 1 triliun Rupiah yang sudah siap. Namun sampai dengan saat ini belum ada hasil signifikan dari pengembangan tersebut.

Seperti dikutip dari CNNIndonesia, pada konferensi pers Mendagri, di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (07/07) “Yang paling penting, sasaran Presiden, satu sampai dua tahun ini wajah perbatasan kita harus lebih baik dari Malaysia, Filipina, Papua Niugini, Timor Leste. Termasuk pasarnya, semua hal. Percepatan dua tahun, kendala tidak ada,”

Sebelumnya, Presiden mengungkapkan keinginannya agar Kawasan PPLB Entikong, Kalimantan Barat bisa dibangun dan berfungsi menyerupai Sarawak, Malaysia. Yang mampu difungsikan menjadi pelabuhan darat berskala Internasional yang dapat digunakan melayani kebutuhan pasar untuk ekspor dan impor.

“Sementara di Sarawak, Malaysia oleh pemerintah mereka ditetapkan sebagai sebuah pelabuhan darat internasional yang melayani ekspor dan impor barang,” ujar Presiden kala itu.(cnn/pras)