BALITODAY.NET – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengomentari pernyataan Calon Presiden Prabowo Subianto perihal pro integritas Timor Timur. Sekjen PPP Arsul Sani menilai pernyataan Prabowo yang menyebut para elit di Jakarta tak paham perjuangan pro integritas Timor Timur ke NKRI dapat mengadu domba para pemimpin bangsa.

Arsul menyatakan bahwa pada dasarnya kebijakan yang kini diterapkan oleh presiden Jokowi merupakan kelanjutan dari kebijakan pemimpin-pemimpin terdahulu. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah saat ini memberikan perhatian yang sangat besar dengan serius menggarap pembangunan di daerah perbatasan Atambua NTT.[irp]

“Tidak ada yang secara mendasar diubah ke arah lebih buruk. Bahkan dengan peningkatan pembangunan fisik di daerah perbatasan dengan Timor Leste yang dilaksanakan selama 4 tahun dilaksanakan oleh pemerintahan Jokowi-JK berdampak positif secara sosial ekonomi kepada seluruh masyarakat di sana, tentunya termasuk para pejuang eks Timor Timur yang sekarang menatap di wilayah tersebut,” papar Arsul, dikutip dari Detik.com, pada Jumat (28/12/2018).

Lebih lanjut, Arsul menilai pernyataan Prabowo seolah mengecilkan peran pemerintah selama ini. Ia juga meminta Prabowo untuk berhati-hati dalam memilih diksi di setiap pernyataannya.

“Sebaiknya Pak Prabowo tidak menggunakan bahasa-bahasa yang bisa dimaknai adu domba tersebut. Beliau bisa mengomunikasikan pandangannya dengan cara lebih baik, misal dengan menyatakan kalau terpilih, maka akan meningkatkan anggaran kesejahteraan mereka,” tutup Arsul.[irp]

Komentar PDIP

Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma juga turut menanggapi pernyataan tersebut. Ia mengatakan bahwa para pejuang pro integritas Timor Timur tidak boleh percaya begitu saja pada janji Prabowo itu.

“Jangan percaya janji PS (Prabowo Subianto), saat beliau di circle one Orba selama puluhan tahun juga tidak ada afirmasi ke para pengungsi kok. Jokowi sudah membuktikan komitmen jelas ke mereka, tentu dalam koridor kewarganegaraan. Misal memberikan social protection seperti untuk WNI lainnya,” kata Eva.[irp]

Eva juga menyatakan bahwa pada dasarnya permasalahan tersebut merupakan masalah warisan. Menurutnya, Prabowo juga berperan besar dalam munculnya maslah bagi mereka.

Calon Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Atambua, NTT pada Kamis (27/12/2018). Dalam kunjungannya tersebut, ia menyatakan bahwa para elite di jakarta tak memahami pengorbanan pejuang pro integritas Timor Timur. Padahal menurutnya, mereka telah berkorban banyak untuk persatuan negeri ini.


Penulis : Kistin S
Editor : Kistin S