Perampok sadis yang membunuh dan membakar pembantu serta rumah korbannya akhirnya bisa ditangkap petugas Polda Metro Jaya pada kamis (25/6) dini hari. “Tersangka berhasil kami tangkap pukul 02.45 dini hari tadi,” kata Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krisna Murti di Jakarta.

Pengejaran selama 19 jam oleh tim dari mabes polri membuahkan hasil dengan ditangkapnya pelaku berinisial DH alias I yang ditangkap bersama sejumlah barang bukti hasil kejahatan di rumah saudaranya di Desa Sempu Indah, No 85, RT 03/01, Kelurahan Cipayung, Depok, Jawa Barat saat sedang tidur di ruang tengah.

Perampokan yang dilakukan DH terjadi kemarin. Aksinya diketahui saat terjadi kobaran api di sebuah rumah di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan sekitar pukul 08.15 WIB. Saat berusaha memadamkan api, warga mendapati pembantu rumah tangga bernama Aryani dalam kondisi terikat dengan penuh luka tusukan. Aryani sendiri akhirnya meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya.

Kepada petugas, DH mengaku tidak berencana membunuh Aryani. Namun ia mengaku akan merampok majikan Aryani. Karena sang pemilik rumah tidak berada dirumah, DH memaksa Aryani yang berada di rumah untuk menunjukkan letak ruangan tempat sang majikan menyimpan uang dan sejumlah barang berharga.

Namun, Aryani menolak permintaan DH, DH pun berulah dengan mengikat dan menusuk korban berulang kali hingga akhirnya tewas. Setelah membunuh, pelaku menguras isi rumah dan membakar rumah beserta korban didalamnya untuk menghilangkan jejak.

Setelah membunuh dan membakar rumah, DH juga berpura-pura membantu memadamkan api. Semula warga tidak mencurigai DH yang lahir dan besar di lingkungan itu. “Warga dan anak-anak sini sempat ngelihat DH waktu kebakaran. Sok-sok bantu gitu,” kata Kepala Keamanan RW 05, Pejaten Barat, Agung.

Setelah beberapa saat, DH sempat berusaha mendatangi penukaran uang untuk menukarkan uang pecahan dollar Amerika hasil perampokannya. Namun karena ditolak pelaku memutuskan istirahat di rumah saudaranya di Cipayung, hingga akhirnya ditangkap oleh petugas kepolisian.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 365 KUHP, 366 KUHP dan 187 KUHP tentang tindak pidana perampokan dan pembakaran dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Editor : Prasetyo