Warga Desa Adat Seminya Pasang Baliho © metrobali.com

Gelombang penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa semakin gencar dilakukan warga Desa Adat pesisir Bali. Kali ini penolakan datang dari Desa Adat Seminyak. Mereka melakukan aksi pasang baliho tadi malam (09/02) sekitar pukul 19.00 WITA di tiga titik lokasi, antara lain Catus Pata (perempatan jalan) Seminyak, perbatasan Seminyak dengan Batang Kasa dan di depan sebuah Supermarket di Seminyak.

Aksi pemasangan baliho berukuran 3 x 4 meter bertulisan “Desa Adat Seminyak dengan Tegas Tolak Reklamasi Teluk Benoa” tersebut dihadiri I Nyoman Sudanan selaku Bendesa Adat Desa Seminyak.

Seperti dilansir metrobali.com, dalam sambutannya Sudanan mengatakan penolakan lebih disebabkan alasan pemerataan pariwisata, bukan semata-mata sikap anti terhadap investor asing.

“Janganlah menumpuk pariwisata di Bali selatan saja, daerah Bali timur, utara dan Barat juga harus dikembangkan,” tambahnya.

Seperti diketahui, aksi pasang baliho ini merupakan kelanjutan rangkaian tolak reklamasi yang telah digagas beberapa Desa Adat di Bali. Sebelumnya, Desa Adat Buduk dan Desa Adat Tanjung Benoa mengawali penolakan lewat aksi pasang baliho dan aksi nyata bersih-bersih Pulau Pudut.

Aksi ditutup oleh permintaan khusus kepada presiden RI Joko Widodo untuk menolak pengajuan PT TWBI selaku pelaksana reklamasi Teluk Benoa yang selama ini disuarakan atas nama revitalisasi lingkungan. Mereka menginginkan presiden untuk berpihak kepada masyarakat dengan mencabut Perpres 51 Tahun 2014. (mtb/fal)