Semakin meningkatnya intensitas kegiatan vulkanik Gunung Raung membuat sejumlah penerbangan terganggu. Setelah penerbangan domestik mengganti rute penerbangannya, kini giliran penerbangan dari Australia yang melarang maskapainya untuk terbang dengan tujuan ke Bali.

Peringatan larangan pihak penerbangan Australia ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho.

“Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) di Darwin memberikan red alert penerbangan Australia terhadap ancaman abu vulkanik Gunung Raung,” kata Sutopo.

Seperti dilansir dari cnnindonesia.com, erupsi Gunung Raung sebenarnya bertipe Strombolian atau dalam arti lain bahayanya tidak akan meluas. Hal itu disebabkan lontaran material pijar yang cukup berat dan sistem kawah Gunung Raung sudah terbuka sehingga tidak ada penumpukan energi yang cukup besar untuk menjadi letusan besar.

“Ketinggian asap letusan Gunung Raung kurang dari satu kilometer dari puncak, maksimum ketinggian abu vulkanik Gunung Raung 4 kilometer dari permukaan laut, jauh dari jelajah terbang pesawat komersil,” jelas Sutopo.

Namun, pihaknya memahami apa yang dilakukan pemerintah Australia atas dasar prinsip keselamatan. Meski demikian, pihak BNPB tidak menyatakan status Gunung Raung berbahaya bagi penerbangan komersil. (cnn/end)