profesi pelatih ternyata tidak hanya didominasi di dunia olahraga saja.ternyata ada juga pelatih yang khusus melatih para pencopet. Di Siantar utara ternyata ada seseorang yang memilih berprofesi sebagai pelatih copet.

Ati, seorang nenek berusia 68 tahun, harus digelandang ke kantor polisi, karena diduga sebagai pelatih copet. Wanita ini ditangkap oleh warga  di Pajak Horas, wajah nenek ini sudah tidak asing menurut warga karena sering berkeliaran di Pasar Horas. nenek Ati sering beraksi di pasar horas namun karena usianya yang sudah tua maka dia sering dibiarkan beraksi. Namun karena keseringan pedagang pun kesal dan membawa nenek tua ini untuk diamankan.

dari hasil pengamanan Polsek Siantar Barat Bripka Warman berhasil mengamankan 2 buah pinset, satu buah sisir, dompet berisi uang, sayuran dua ikat dan sebuah handphone tanpa kartu SIM.

Dalam ponselnya tadi ada banyak SMS yang berbahasa batak, padahal nenek Ati tidak mengerti bahasa batak, ia hanya mengetahui bahasa jawa. Polisi mencurigai bahwa ponsel tersebut diduga milik orang lain.

Bripka Warman mengatakan, Perempuan tua ini mengaku bahwa dirinya adalah copet. “Dia tadi ngasih keterangan berbelit-belit. Ditanya apa pekerjaannya, ia tidak menjawab. Kita bilang dia copet, dia bilang iya. Kita bilang dia pelatih copet, dibilangnya juga iya. Bingung kita jadinya,” ujarnya.

Polisi masih mencari tahu keluarga nenek ini  seraya mencari keluarga nenek ini polisi akan memproses nenek tersebut sesuai aturan yang berlaku. Namun polisi masih binggung mau dibawa kemana permasalahan nenek ini. Nenek Ati juga tak jelas asal usulnya.

Saat ditanya salah satu wartawan nenek ini mengaku bahwa dia adalah seorang Copet. “Saya pelatih copet. Suka kalianlah mau bagaimana. Terserah,” ujar nenek Ati.

Ati mengatakan, dia berasal dari Jakarta dan sudah seminggu di Siantar dan tinggal di rumah kawannya yang tidak dia kenal.

 

Editor : Indriana