Rumah Sakit Universitas Udayana (RS Unud) akhirnya terpilih menjadi pilot project Rumah Sakit Pendidikan yang ada di Indonesia. Dari total 24 RS Pendidikan, rumah sakit ini dinilai paling layak mendapatkan predikat tersebut.

Berita baik ini disampaikan oleh Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD, yang mendatangi secara langsung RS Unud untuk memberikan sosialisasi terkait hal tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Dr dr RA Tuty Kuswardhani SpPD-KGER, pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, membenarkan bahwa RS Unud mendapatkan kepercayaan ini.

Seperti dilansir tribunnews.com, ia berujar bahwa dari seluruh 24 RS Pendidikan di Indonesia, hanya lima yang aktif, dan RS Unud dinilainya memiliki kelebihan dan potensi yang sangat besar, salah satunya dengan melakukan kerja sama dengan RS Sanglah.

Namun, dirinya menyanggah apabila RS Unud telah memiliki aspek infrastruktur dan pelayanan yang sempurna. Ia mengatakan RS yang terletak di kompleks Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali, ini masih memiliki beberapa kekurangan.

Yang paling ia sorot adalah masalah sarana, prasarana dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Ia menjelaskan bahwa masih banyak ruangan yang belum selesai dibangun, seperti ruang rawat inap. Begitu juga masalah SDM seperti jumlah pengajar bergelar professor. Hal ini harus dilakukan agar RS Unud memiliki standar yang mumpuni sebagai RS Pendidikan. (trn/fal)