Mercusuar di Perairan Kabupaten Jembrana redup ©metrobali.com

Para nelayan di Kabupaten Jembrana mengaku sering kehilangan arah saat melaut pada malam hari. Hal ini disebabkan jarak pancar lampu mercusuar yang sangat terbatas, khususnya pada saat cuaca buruk.

Nelayan-nelayan sekitar mengakui lampu mercusuar dulunya berwarna kuning dan menyala sangat terang, namun seiring waktu lampu semakin redup dan diganti dengan warna putih.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Jembrana Made Widyanasa, ketika dikonfirmasi menyatakan akan mengkoordinasikan hal ini dengan syahbandar Pelabuhan Perikanan Nusantara terkait pembenahan lampu mercusuar.

Ia membenarkan bahwa mercusuar merupakan penunjuk arah yang sangat penting bagi nelayan, khususnya nelayan tradisional, yang belum memiliki peralatan navigasi yang canggih.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Kehutanan Jembrana, Made Dwi Maharimbawa, menyampaikan kesetujuannya untuk segera berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memperbaiki pancaran lampu mercusuar.

Disebutnya, mercusuar tetaplah menjadi panduan utama nelayan dalam menentukan arah dan mencari jalan puang.

Seperti dilansir tribunnews.com, beberapa nelayan di Desa Air Kuning dan Pengambengan mengomentari pudarnya lampu mercusuar di Jembrana. Mereka takut apabila kapal mereka sampai berlayar ke lautan lepas yang berbahaya maupun memasuki wilayah perairan negara lain. (trn/fal)