Masih layakkah pesawat Hercules bermesin empat turboprop high wings menjadi pengisi skuadron udara Indonesia ? Hal ini nampaknya menjadi pertanyaan banyak kalangan.

Pesawat Hercules bermesin 4X Allison T56-A15 turboprop dengan model C-130B produkan Amerika pertama kali tiba di Indonesia pada tahun 1960, Fakta menyatakan, pendaratan pertama C-130B Hercules ke Tanah Air dilakukan Mayor Udara Penerbang S Tjokroadiredjo, Letnan Muda Udara II A Cargua, Sersan Mayor Udara S Wijono, dan Kapten Udara Navigator The Hing Ho.

Juga Sersan Mayor Udara M Smith, Kapten Udara Penerbang Pribadi, Letnan Muda Udara II Alex Telelepta, Sersan Mayor Udara Ali Nursjamsu, Letnan Muda Udara I Basjir, Letnan Muda Udara I Sukarno, Letnan Muda Udara I Arifin Sarodja, dan Kapten Muda Udara Sasmito Notokusumo.

Pesawat ini sebagai hadiah dari Presiden Amerika John F Kennedy kepada Presiden Soekarno dan bentuk apresiasi atas pembebasan Allan pope seorang Pilot CIA berlisensi sipil yang membantu pemberontakan AUREV-Permesta yang berhasil ditembak jatuh Kapten Udara Dewanto dalam pertempuran dog fight bersenjata udara saat itu

Pesawat buatan Lockheed-Martin, Amerika Serikat, ini mempunyai daya angkut besar serta kemampuan beroperasi yang baik. Pesawat ini banyak digunakan sebagai pengangkut tentara, mempunyai daya angkut 20 ton. Pesawat ini juga dapat difungsikan untuk pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, dan ambulans udara.

TNI AU sendiri mengoperasikan 28 Pesawat Hercules C 130 dari berbagai jenis. Pesawat tersebut dibagi di dua skuadron, yakni skuadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dan Skuadron 32 Pangkalan Udara Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Dalam sejarah tercatat berbagai prestasi terbaik pernah diraih oleh pesawat ini, selain prestasi terbaik, rentetan peristiwa kelam juga pernah dialami pesawat dengan julukan “Sang Perkasa” ini :

Pada 20 November 1985 Hercules C-130-MP milik TNI AU jatuh setelah menabrak dinding pegunungan Sibayak dan menewaskan 10 awak pesawat.

Pada 5 Oktober 1991 Pesawat Hercules C-130 jatuh di Condet, Jakarta Timur dalam peristiwa ini 135 orang menjadi korban.

Pada 20 Desember 2001 sekitar pukul 09.45 WIB di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh Utara. Pesawat ini gagal melakukan pendaratan sehingga mengalami total loss dan menewaskan 90 anggota TNI.

Pada 11 Mei 2009 Hercules C-130 milik TNI AU jatuh di Bandara Wamena, Papua. Roda pesawat yang copot menghantam satu warga pesawat berhasil mendarat dan tidak ada korban jiwa.

Pada 20 Mei 2009 Pesawat Hercules C-130 jenis Long Body terjatuh di Desa Geplak, Karas, Magetan Jawa Timur. Saat jatuh pesawat pesawat dengan nomor registrasi A1325 mengangkut 120 orang termasuk warga sipil di dalam nya. Tidak kurang dari 101 jiwa menjadi korban dalam kecelakaan ini.(Pras)