Hari Raya Galungan memberikan efek yang sangat signifikan bagi lalu lintas Kota Denpasar. Seperti yang dilansir tribunnews.com, suasana jalan raya di jalan-jalan utama menuju tempat wisata seperti Sanur, Kuta, atau Nusa Dua, dan dari Kota Denpasar menuju Gianyar dan Tabanan sangat lengang.

Seorang warga bernama Randy Gusas yang melintas di Jalan W.R. Supratman, Denpasar, setuju bahwa Hari Raya Galungan menyebabkan jalanan sepi dan lancar.

“Sepi jalanan mas, karena hari raya. Tapi enaknya ya gak macet mas. Saya dari Benoa sampai sini cuma 20 menit. Padahal kalo hari kerja bisa sampai 45 menitan,” ujarnya.

Dalam memperingati Hari Raya umat Hindu ini, instansi pemerintahan libur selama tiga hari sejak Selasa (09/02), sedangkan sekolah libur dua minggu terhitung sejak Senin (08/02).

Di sisi lain, warga yang merantau di Kota Denpasar memilih untuk pulang kampung ke kotanya masing-masing untuk merayakan Galungan bersama keluarga di rumah. Salah satunya Ketut Darmawan, seorang pegawai swasta di sebuah perusahaan di Kota Denpasar.

Seperti dilansir tribunnews.com, ia berujar bahwa pada saat Hari Raya Galungan, ia memilih pulang kampung untuk beribadah dan berkumpul bersama keluarganya. (trn/fal)