Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak,Wismaryoto mengatakan kekeringan yang melanda areal persawahan di Kabupaten Lebak ini berdampak  pada menurunnya produksi pangan.

“Kami yakin produksi pangan yang ditargetkan 575.000 ton kemungkinan tidak terealisasi akibat kemarau itu,” kata Wismaryoto di Rangkasbitung, Senin.

Wismaryoto mengatakan berdasarkan laporan BMKG Serang,musim kemarau akan berlangsung sampai September mendatang. Seperti yang dilansir harianterbit.com

Selama empat hari kekeringan melanda tanaman padi hampir di 28 Kecamatan, pihaknya tidak memiliki harapan baik untuk target produksi pangan yang ditargetkan 575.000 tercapai, mengingat kemarau panjang tersebut.

Wismaryoto mengatakan  kekeringan di Kabupaten Lebak mencapai 2.045 hektare dan sebagian besar tanaman padi itu angka tanam Mei-Juni 2015.

“Kami tidak bisa berbuat banyak untuk penyelamatan tanaman padi khususnya pada areal sawah marjinal, karena tidak bisa dilakukan pompanisasi akibat tak memiliki sumber air permukaan,” jelasnya.

Menurut Wismaryoto , produksi pangan pada panen musim kedua yakni bulan Agustus-September 2015 dapat dipastikan akan menurun, sehubungan kekeringan yang melanda areal persawahan d daerah itu. (har/ind)