BALITODAY.NET – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut jika aksi anarkis kembali terjadi maka yang harus bertanggung jawab adalah capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Wiranto menilai hanya Prabowo yang bisa menghentikan aksi-aksi kekerasan dari para pendukungnya. Sebagaimana diketahui, kerusuhan yang terjadi pada Rabu (22/5/2019) lalu dikatakan begitu mengganggu ketentraman dan aktivitas warga. [irp]

“Kita lihat nanti kalau seandainya masih ada niatan dari para pendukungnya, pengikutnya, untuk melakukan aksi-aksi yang anarkis, seperti yang terjadi kemarin itu, yang paling bertanggung jawab untuk menghentikan itu hanya sang pemimpin, Pak Prabowo sendiri,” ujar Wiranto dilansir dari CNN Indonesia (24/5/2019).

Seruan aksi damai dari Prabowo dan timnya juga sudah digaungkan. Jika Prabowo bisa memaksimalkan seruan itu agar dipatuhi oleh para pendukungnya, Wiranto mengatakan ia akan sangat hormat kepada Prabowo.

“Kalau itu dilaksanakan, saya hormat betul kepada beliau,” ujar mantan Panglima ABRI era Presiden Soeharto itu.

Sementara itu, Wiranto mengimbau kepada para pendukung Prabowo agar melakukan aksi damai. Apalagi, kedamaian dan kerukunan masyarakat begitu ditekankan oleh Presiden RI Joko Widodo. [irp]

Selain Jokowi, Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono juga menegaskan aksi damai. Jika aksi damai sungguh dilakukan, SBY menilai Prabowo akan tercatat baik dalam sejarah demokrasi di Indonesia.

“Pak SBY juga memberikan apresiasi itu,” kata Wiranto.

Di sisi lain, aksi damai juga ditekankan untuk menjaga kedamaian di bulan Ramadan. Dengan tidak adanya kerusuhan, diharapkan ibadah masyarakat muslim tidak terganggu. (AL)