©tempo.co

Diduga tertembak peluru teroris di Bima, seorang anggota Brimob dirawat di RSUP Sanglah. Sebuah peluru bersarang di dada dengan pecahannya mengenai lengan.

Hingga kini, kondisi anggota Brimob tersebut sudah mulai membaik setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Heri Wiyanto, seperti dilansir tribunnews.com, mengatakan bahwa kondisi korban kini sudah membaik.

“‎Dari informasi yang sudah diketahui kondisinya stabil (mulai membaik). Pihak Dokkes dari Polda Bali turut serta dalam melakukan penanganan,” terangnya.

Tambahnya, anggota Brimob itu mengalami luka di dada dan lengan. Operasi yang dilakukan pihak dokter pun telah berhasil dilakukan.

Terkait kabar dari pihak keluarga yang mangatakan bahwa korban tidak mendapatkan perlawanan dari teroris, ia tidak mau berspekulasi sebelum ada bukti valid.

Ia menyarankan hal tersebut untuk ditanyakan langsung ke Polda. Ia hanya memberikan sedikit komentar bahwa tidak mungkin penembakan dilakukan dirinya sendiri maupun rekannya.

“Kalau soal itu harusnya ditanyakan ke sana. Tapi, kan kalau tidak ditembak (oleh teroris) masa nembak dirinya sendiri, atau tertembak temannya. Kan tidak mungkin, lah,” urainya. (trn/fal)