MALANGTODAY.NET – Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan dan Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kebupaten Probolinggo, sebagai pelopor desa yang membudidayakan bunga edelweis di Indonesia, akan segera diresmikan pada 10 November 2018.

“Festival Land of Edelweis akan dilaksanakan di Pendopo Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan,” ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), John Kenedie saat ditemui di kantornya yang terletak di Kota Malang.

Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Unggah Foto Cumbui Kekasih di IG, Netizen Cewek Patah Hati

Seperti yang telah diketahui, bunga edelweis yang diidentikkan dengan bunga abadi merupakan tanaman yang dilindungi. Sementara itu, bagi masyarakat Suku Tengger,  edelweis merupakan bunga yang disakralkan sebagai pelengkap sesaji yang selalu ada dalam ritual adat.

“Di TNBTS terdapat 3 jenis edelweis, Anaphalis Javanica yakni yang dilindungi. Anaphalis Visida dan Anaphalis Longifolia,” tuturnya.

Festival Land of Edelweis merupakan langkah awal dalam upaya melestarikan edelweis, kearifan lokal budaya Tengger sekaligus memberikan peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

“Warga Wonokitri yang dulunya 100 persen bercocok tanam, seiring perkembangan pariwisata 60 persennya sudah melirik usaha jasa pariwisata,” ucap Kepala Desa Wonokitri, Iksan.

Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Unggah Foto Cumbui Kekasih di IG, Netizen Cewek Patah Hati

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo yang berdomisili di Kecamatan Sukapura, Supoyo menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung terhadap pengembangan desa edelweis.

“Ini sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak ketergantungan pada edelweis yang masuk dalam rangkaian sesajen,” ujarnya.


Reporter: Rosita Shahnaz
Editor    : Endra Kurniawan