BALITODAY.NET – Tim kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengajukan gugatan hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (25/5/2019). Namun, anggota dewan pembina BPN, Amien Rais justru menyatakan kepesimisannya.

Amien Rais pesimis bahwa MK nantinya bisa mengubah hasil Pilpres. “Hari ini insyaallah kita sudah turun (untuk mengajukan gugatan sengketa) ke MK. Walaupun saya pesimis, MK merubah keadaan,” ujar Amien di Mapolda Metro Jaya dilansir  dari CNN Indonesia (24/5/2019). [irp]

Lebih lanjut, Amien mengungkapkan BPN percaya ada kecurangan yang terjadi pada Pilpres. Diakui olehnya pula, BPN sebetulnya sudah tidak mengakui hasil Pilpres tersebut.

“Kalau sampai terjadi kecurangan yang bersifat terstruktur, masif, dan sistematif, maka tentu kita tidak perlu lagi mengakui hasil KPU itu, sesungguhnya kami tahu, BPN ini tidak mengakui. Tapi, kita dipaksa oleh jalur hukum,” pungkasnya.

Dengan keputusan mengikuti jalur hukum, Amien Rais menyambut positif langkah ini. Menurutnya, hal ini dapat mendinginkan situasi panas yang sedang bergulir di masyarakat.

“Dan berbarengan dengan masuk ke MK itu maka gerakan rakyat akhirnya juga cooling down,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, tim kuasa hukum BPN telah mengajukan gugatan ke MK dengan membawa 54 bukti. [irp]

“54 bukti (semalam). Ini kan sidang, apa argumennya apa buktinya, pasti adalah bagian dari strategi yang kapan disampaikan, di mana disampaikan, itu wajar untuk dikalkulasi, diperhitungkan, jadi kalau ditanya bukti apa yang kuat, semua buktinya. Dan pada saatnya akan kami sampaikan. Pada saatnya ya, semua ada waktunya,” ujar tim kuasa hukum BPN, Denny Indrayana dilansir dari Detik.com (25/5/2019).

Denny meyakini sejumlah bukti yang dibawa tersebut telah sesuai dengan hukum acara MK. Beberapa bukti yang diajukan diantaranya yakni saksi ahli, saksi fakta, video, dan bukti petunjuk. (AL)