Banyak pihak mendesak pemerintah untuk mempercepat pencairan anggaran, untuk menggenjot perekonomian Indonesia yang melambat. Presiden Joko Widodo mengatakan, penggunaan anggaran hingga akhir Juni 2015 mencapai 39%.

Jokowi saat berdiskusi dengan pengusaha dan ekonom, Jokowi menjelaskan mengenai soal lambatnya penggunaan anggaran di awal tahun ini.

Anggaran, saya dilantik pada 20 Oktober, APBN (2015) sudah diketok, dan APBN perubahan diketok pertengahan Februari, jadi sebelumnya tidak bisa apa-apa. Kami baru bisa melakukan pencairan uang di akhir April baru menggunakan APBN,” kata Jokowi

Presiden Indonesia, Joko Widodo mengatakan, “ada proses politik yang harus dilalui untuk mengubah APBN 2015 menjadi APBN Perubahan 2015 bersama dengan DPR”. Tutur Jokowi dilansir dari medanbisnisdaily.com.

Jokowi menegaskan, “Pada akhir Juni kita sudah ngebut Rp 770 triliun sudah dikeluarkan. Meski pun itu ada belanja aparatur, belanja barang dan modal, campur di situ. Itu 39% dan uang gede. Dan ini terus saya gas agar belanja-belanja yang berkaitan dengan rakyat saya dorong. Tujuannya, agar daya beli masyarakat bisa naik,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan untuk infrastruktur,berbagai proyek sudah mulai dibangun, seperti waduk dan tol. Namun baru dimulai pembangunan dan butuh waktu untuk dirasakan dampaknya.

Jokowi tidak ingin mengulang kesalahan lagi pada tahun ini. Untuk APBN 2016, Jokowi mengatakan, “pemerintah sudah akan membahasnya dengan DPR dan diharapkan bisa disahkan pada Agustus 2015” jelas Jokowi

“Jadi di Oktober lelang proyek bisa dimulai, lalu Januari kontrak sudah bisa ditandatangani, dan uang langsung dicairkan. Sehingga belanja pemerintah bisa dimulai awal Januari,” kata Jokowi.(med/ind)