Suasana Musda Pemuda Muhammadiyah Kota Denpasar ©metrobali.com

Terobosan positif dilakukan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Denpasar dalam upaya mengatasi maraknya bencana yang terjadi di ibu kota Provinsi Bali. Mulai tahun ini, mereka mendirikan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Pusat Manajemen Bencana yang didirikan Muhammadiyah.

Pendirian MDMC ini dilatarbelakangi atas komitmen Pimpinan Muhammadiyah dalam melakukan gerakan pembangunan dan pencerahan yang terpusat di Kota Denpasar. Ia menambahkan bahwa Denpasar menjadi wilayah di Bali dengan praktik Islam berkemajuan, bersifat membebaskan, memberdayakan, dan memajukan secara kultural dan struktural.

Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya gerakan ini, akan memberikan kontribusi khususnya di bidang penanggulangan bencana bagi masyarakat Denpasar.

Salah satu pimpinan terpilih Muhammadiyah Kota Denpasar, Tatang Wisnu Wardhana, pada Rabu (10/02) mengatakan bahwa program ini adalah rintisan bagi gerakan pencerahan di Kota Denpasar. “Kita akan merancang program yang dibutuhkan masyarakat seperti merintis MDMC sebagai jawaban pentingnya penanganan tanggap bencana secara tepat dan cepat,” tambahnya.

Seperti dilansir metrobali.com, bahwa sebelumnya sebanyak sembilan orang ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Denpasar pada Senin (08/02) lalu pada saat Musyawarah Daerah (Musda).

Dalam acara bertema “Gerakan Pencerahan Menuju Denpasar Berkemajuan” tersebut, terpilih sembilan dari 32 anggota yang ditetapkan menjadi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Denpasar. Pimpinan terpilih antara lain Tatang Wisnu Wardhana, Chasanuddin, Herman Susilo, Aufa Yusro, Husnul Fahmi, Agus Purwanto, Ade Ahmad, Jawas Sokan dan Hermansyah. (mtb/fal)