BALITODAY.NET – Terkait diksi-diksi yang diucapkan oleh Amien Rais, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mempertanyakan apakah gerangan yang membuat Amien Rais berkata demikian.

Ngabalin berpikiran apakah hal tersebut karena dipengaruhi faktor usia atau hal lain. Pemikiran ini muncul mengingat usia yang saat ini akan menginjak 75 tahun.

“Itu ya yang saya tidak mengerti apa karena faktor usia Pak Amien-nya atau jin apa yang merasuki pikirannya,” ujar Ngabalin dilansir dari CNN Indonesia (25/4/2019).[irp]

Sebagaimana diketahui, mantan Ketua Umum PAN ini terakhir berorasi di syukuran Prabowo pada Rabu (24/4/2019). Di  sana, Amien menyindir Jokowi sebagai presiden bebek lumpuh. “Yang keluar dari mulutnya itu semua adalah narasi-narasi dan diksi-diksi yang penuh dengan fitnah, kebencian,” lanjutnya.

Terkait hal ini, Ngabalin berencana untuk mengumpulkan seluruh ujaran-ujaran yang dilontarkan oleh pria yang pernah dijuluki King Maker ini terhadap pemerintahan presiden petahana. “Saya tidak tahu apa yang belum selesai antara Pak Amien Rais dan Pak Jokowi. Saya belum tahu. Karena biasanya begitu,” katanya.[irp]

Menengok ke belakang, Ngabalin mempertanyakan sikap Amien Rais yang sempat menduduki jabatan Ketua MPR.  Seperti yang diketahui, MPR adalah lembaga tertinggi negara. Bagaimanapun, seorang pemimpin tidak dibenarkan untuk terus-menerus mengucapkan ujaran kebencian.

“Bagaimana kita bisa jadikan patokan, jadikan pemimpin, dijadikan sebagai figur, dijadikan teladan, dari mulutnya itu keluar narasi-narasi kebencian, narasi-narasi pesimisme,” pungkasnya. (AL)