Ilustrasi Lion Air-Garuda ©wikipedia.org

Seperti diberitakan sebelumnya, di langit Kabupaten Jembrana hampir terjadi tabrakan antara pesawat Garuda Indonesia dan Lion Air.

Pada saat itu pukul 14.00 WITA, cuaca buruk sedang melanda Bandara I Gusti Ngurah Rai, sehingga menyebabkan 12 pesawat berputar-putar di udara menunggu giliran mendarat atas perintah Air Traffic Controller (ATC).

Pada saat proses berputar-putar itu, Garuda Indonesia GA 340 yang berada pada ketinggian 16.300 kaki kemudian menurun 612 kaki per menit dengan kecepatan 501 km/jam melaju ke arah utara dan, Lion Air JT960 yang berada di 15.900 kaki kemudian menurun 512 kaki per menit dengan kecepatan 524 km/jam terbang ke arah selatan.

Cuaca buruk menyebabkan pilot kedua pesawat tidak dapat melihat keadaan sekitar dengan baik. Kedua pesawat pun saling mendekat satu sama lain.

Bahakan dilaporkan bahwa pilot Garuda telah memberikan peringatan off the record, yang berarti kru penerbangan siap melakukan upaya penyelamatan. Namun untungnya di saat-saat terakhir pilot dapat melakukan manuver untuk membelokkan pesawat.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada tim pengawas penerbangan Ngurah Rai, mereka mengatakan tidak benar tabrakan akan terjadi. Ia hanya mengatakan bahwa terjadi vertical separation less atau kurangnya jarak minimal ketinggian terbang kedua pesawat.

“Standar minimalnya 1000 feet. Pada kejadian tersebut ketinggian pesawat 700 feet,” ujar Kepala Air Navigation Ngurah Rai, Maskon Humawan. Namun, ia melanjutkan bahwa jarak tersebut masih dikatakan aman bagi kedua pesawat. (mtb/fal)