Ilustrasi pembuatan tuak manis ©wisatalombok.info

Tuak merupakan salah satu jenis minuman beralkohol khas Indonesia hasil fermentasi nira, beras, atau buah yang mengandung gula. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya sendiri dalam membuat dan menyajikan minuman ini.

Tak terkecuali Pulau Bali sebagai salah satu produsen utama tuak. Selain brem bali yang sudah lama menjadi ciri khas Pulau Bali, ada juga tuak manis yang jarang terpublikasi keberadaannya.

Seperti dilansir balipost.com, seorang pedagang tuak manis Legenda, Ida Bagus Kade Dwi Darmada, mengatakan bahwa pada dasarnya tuak dapat dihasilkan dari tiga pohon yaitu kelapa, enau, dan, lontar.

Namun untuk tuak manis, minuman ini dapat dibuat dari pohon kelapa. Bunga kelapa adalah komposisi utama dari pohon kelapa untuk menghasilkan tuak manis. “Tetesan air dari bunga kelapa itulah yang ditampung untuk membuat tuak, biasanya sehari dapat 1 liter,” ujarnya.

Proses pembuatan tuak manis meliputi penyadapan, penampungan tetesan, penyaringan, dan pengemasan. Pada awalnya, bunga kelapa disadap dan dibuat torehan untuk mengeluarkan cairan nutrisi cikal bakal buah kelapa.

Bunga kelapa akan mengeluarkan tetesan air setiap hari setelah disadap. Pada saat inilah petani tuak menampung dan menyaring tetesan air tersebut. Proses dapat berlangsung beberapa hari hingga air bunga kelapa berhenti menetes.

Air tetesan tersebut kemudian dikemas dan sesegera mungkin dimasukkan lemari pendingin untuk membuatnya lebih awet. Hal ini disebabkan air tetesan tersebut hanya akan bertahan satu hari sebelum akhirnya menjadi cuka.

Ida Bagus bukanlah seorang petani tuak, namun ia lahir dari keluarga yang mengonsumsi tuak setiap harinya. Sehingga dari situ timbul keinginannya untuk berbisnis tuak manis untuk dipasarkan kepada masyarakat perkotaan. Ternyata, masyarakat menyambut baik produk khas pedesaan tersebut. “Ternyata lumayan responsnya,” tambahnya.

Ide menjual minuman ini muncul sejak Desember 2015 dikarenakan hobinya minum tuak manis semasa di kampung. Menurut pendapatnya, tuak manis akan semakin nikmat ketika diminum bersama babi guling. “Beberapa tahun saya di Denpasar, tidak ada tuak manis, yang ada cuma es teh dan es jeruk, padahal paduan dua makanan ini sangat nikmat,” tambahnya. (blp/fal)