Tempat Penyimpanan Pererai © tribunnews.com

Warga di sekitar Pura Dalem Pingit di Dusun/Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, mendadak ramai. Pasalnya pada hari Minggu (07/02) kemarin, sebuah pererai (topeng) barong suci di sana hilang.

Pemangku Pura Dalem Pingit, Jero Mangku Sulastra (62) merupakan orang pertama yang mengetahui hilangnya pererai tersebut. Diprediksi, pererai itu hilang sekitar pukul 17.00 WITA. Kasus hilangnya pererai ini telah dilaporkan dan ditangani langsung oleh Polsek Tembuku.

Seperti dilansir Tribun Bali, saat ini pihak kepolisian tengah berusaha mencari pelaku pencurian pererai tersebut. Sudah ada dua orang yang dimintai keterangan terkait masalah ini.

Kapolsek Tembuku, AKP Made Adi Suryawan, mengaku jika pihaknya masih belum dapat menemukan indikasi siapa pelaku pencurian ini. Selain itu pihak kepolisian juga sempat kesulitan melakukan olah tempat kejadian perkara karena lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat.

“Kami sudah turun dan melakukan pendalaman. Tapi memang belum diketahui mengenai ciri-ciri pelaku. Dalam pemeriksaan itu, kami mencari informasi kapan kejadian dan bagaimana saksi mengetahui hal tersebut,” kata Adi Suryawan.

Sementara itu, Jero Mangku Sulastra mengetahui hilangnya pererai ini saat hendak melakukan ibadah. Setibanya di lokasi, Sulastra melihat tempat penyimpanan dalam kondisi terbuka. Padahal biasanya tempat itu selalu berada dalam kondisi terkunci.

Setelah dilakukan pengecekan, gagang besi tempat tersebut telah rusak dan pererai barong itu hilang. Sedangkan beberapa barang lain, seperti gong dan tongkat naga, masih utuh di dalam tempat penyimpanan tersebut. (trb/fif)