BALITODAY.NET – Kerusuhan yang terjadi di Sri Lanka rupanya belum usai. Usai teror bom yang terjadi saat misa Paskah pada Minggu (21/4/2019) lalu, kini teror juga menyerang ratusan umat muslim di sana.

Laporan terakhir, ledakan saat Paskah yang terjadi di tiga gereja dan hotel tersebut telah menewaskan 359 orang. Sementara itu, korban luka-luka mencapai 500 orang.

Tak berhenti disitu, ratusan warga muslim dari Pakistan yang berada di Kota Negombo mendapat teror ancaman pembunuhan. Mendapat teror demikian, mereka pun memilih mengungsi ke tempat yang dirasa aman.

[irp]

“Karena serangan bom yang terjadi di sana, warga Sri Lanka menyerang rumah-rumah kami. Sekarang kami tidak tahu harus pergi ke mana,” ujar salah satu Muslim etnis Pakistan, Adnan Ali dilansir dari Reuters.

Untuk menghindari serangan yang lebih parah, pemerintah setempat telah merahasiakan tempat pengungsian mereka. Mengenai waktu kapan mereka akan kembali, yang bisa menentukan adalah para pengungsi itu sendiri.

“Semua warga Pakistan dibawa ke tempat aman. Hanya mereka yang menentukan kapan akan kembali,” kata Kapolsek Katara, Herath BSS Sisila Kumara.

[irp]

Sementara itu, pemerintah Sri Lanka juga tidak tinggal diam. Mereka terus berupaya untuk menghentikan teror ini. hingga sekarang, kepolisian setempat sudah mengklaim sudah menangkap terduga pelaku.

Diketahui, penduduk muslim di Sri Lanka adalah penduduk minoritas. Kebanyakan, warga Sri Lanka etnis Sinhala memeluk agama Buddha. (AL)