BALITODAY.NET – Jelang perayaan Natal pada 25 Desember mendatang, Kota Sydney, Australia, dilanda hujan es seukuran bola tenis dan bola golf pada Kamis (20/12/2018) lalu. Fenomena ini ramai diperbincangkan di social media. Bahkan beberapa bongkahan es ada yang menyerupai kembang kol.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (21/12/2018), fenomena ini merupakan buntut dari badai musim panas parah yang melanda Sydney sebelumnya. Peneliti dari Monash University, Dr Joshua Soderholm, menyebutkan bahwa setiap hujan es awalnya berbentuk embrio bulat dengan diameter sekitar 1 cm.[irp]

“Ketika mulai membesar, Anda mulai mendapatkan es membeku di setiap arah (…) itu fase pertumbuhan basah. Ketika terbentuk selama pertumbuhan kering, air mulai mengisi celah dan saat itulah Anda mulai mendapatkan jenis batu es bulat, sangat putih,” terang Dr Soderholm.

Mengenai penyebab fenomena hujan es kembang kol ini, Dr Soderholm menyebut hal ini terjadi karena adanya perubahan antara pertumbuhan basah dan pertumbuhan kering. Hal ini tergantung pada perubahan suhu dan kelembaban. Sel yang membentuk embrio semacam ini terbentuk sepanjang tahun ini.[irp]

“Supercell adalah badai hebat di mana up draught atau arus udara ke atas berpputar,” imbuhnya.

Hujan es serupa juga pernah terjadi di Bandung pada tahun 2017 lalu. Namun berbeda dengan yang Di Sydney, hujan es di Bandung disebabkan air terakumulasi dalam bentuk awan cumulonimbus yang terbentuk dari perbedaan suhu yang besar dalam satu hari.


Penulis: Hafidh
Editor: Hafidh