BALITODAY.NET – Baru-baru ini, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengaku bahwa dirinya mengonsumsi ganja. Tujuannya adalah untuk menjaga dirinya agar tetap terjaga. Hal ini cukup ironis mengingat Filipina begitu gencar memberantas peredaran narkoba di bawah kepemimpinannya.

Namun juru bicara Istana Malacanang Filipina, Salvador Panelo, menepis dugaan tersebut. Menurutnya, apa yang dikatakan oleh Duterte saat itu hanyalah pernyataan logis dan candaan semata sehingga tak layak untuk diperdebatkan.[irp]

“Semua orang tentu menyukai bercanda. Dia (Duterte) mungkin melakukannya karena bercanda. Karena apa yang diucapkannya tidak masuk di logika, tentunya dia mengatakannya dengan bercanda,” terang Panelo dikutip dari Kompas.com, Selasa (4/12/2018), lalu.

Panelo berani menyebutnya demikian lantaran telah mengenalnya dalam 30 tahun terakhir. Ia bahkan memuji presiden yang dijuluki The Punisher itu contoh yang baik karena menunjukkan bahwa pemimpin juga bisa bercanda.

“Satu candaan tak menjadikannya pemimpin yang buruk. Saya tidak harus menanyakannya karena kami sudah bersama selama 30 tahun terakhir,” ujar Panelo yang telah bertugas sejak Oktober lalu.[irp]

Sebelumnya, Duterte dikecam banyak pihak karena pernyataannya tersebut tak sesuai dengan perang anti narkoba yang telah menewaskan sekitar 5.000 orang. Sejumalh keluarga korban menyatakan kekecewaan dan kemarahannya karena pengakuan tersebut.

“Ada ketidakcocokan antara pengakuan yang dilontarkan presiden dengan janjinya terkait orang yang menggunakan narkoba,” kata aktivis organisasi Human Rights Watch, Carlos Conde.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar