BALITODAY.NET – Menyusul ketegangan hubungan antara Iran dan AS, seorang direktur dari Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian menyebut Presiden AS Donald Trump adalah presiden gila. Hal ini lantaran menurutnya AS sedang dilanda kebingungan.

Amir menilai Trump disatu sisi sedang menekan Iran dengan sanksi ekonomi. Di sisi lain lagi, Trump juga ingin berdialog denngan Iran.

“Dalam pikirannya, Trump berpikir dia mengarahkan pistol ke kepala Iran dengan sanksi dan dia mencoba mematikan ekonomi kami. Ini semua ada di dalam imajinasi Trump. Dan sekarang dia ingin kami berdialog dengannya? Dia (Trump) adalah presiden gila,” ujar Amir-Abdollahian dilansir dari CNN (20/5/2019). [irp]

Tidak hanya menyebut Trump sebagai presiden gila, Amir juga menilai Trump adalah pemimpin yang plin-plan. Hal ini diungkapkannya karena ia seringkali merasa bingung ketika berurusan dengan Gedung Putih.

“Trump tidak cukup seimbang dan stabil dalam pengambilan keputusan. Jadi kita ini berurusan dengan Gedung Putih yang bingung. Iran menerima banyak sinyal yang menunjukkan bahwa tidak tahu siapa yang berkuasa di Gedung Putih,” ungkapnya. [irp]

Salah satu bukti yang menguatkan alasannya menyebut Trump adalah presiden gila dan plin-plan yakni dari kicauan Trump di Twitter. Dalam kicauan tersebut, Trump mengatakan bahwa pihaknya akan menghubungi Iran ketika Iran sudah siap.

“Kami tentunya ingin bernegosiasi, saya hanya ingin mereka menghubungi kami ketika mereka siap,” cuit Trump pada Senin (20/5/2019).

Tak berselang lama, Trump kemudian kembali mencuitkan penyataan pihaknya tidak pernah menyatakan akan bernegosiasi dengan Iran lagi. “Berita bohong seperti biasa mengutip pernyataan yang salah mengatakan bahwa AS berupaya menggelar negosiasi dengan Iran tanpa penjelasan. Ini adalah berita yang salah,” tulis Trump. (AL)