BALITODAY.NET – Indonesia akan mengadakan Pemilu pada Rabu (17/4/2019) mendatang. Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mengatakan bahwa Pemilu ini adalah yang paling rumit sepanjang sejarah pemilu Indonesia. Sebab tahun ini, pertama kalinya bagi Indonesia mengadakan pileg dan pilpres sekaligus.

Meskipun hal ini dipandang sebagai seuatu yang baru bagi rakyat Indonesia, ternyata di luar negeri sudah ada beberapa gaya pemilu yang cukup unik. Keunikan-keunikan ini bahkan bisa membuat warga negara lain geleng-geleng kepala karenanya.

[irp]

Nah, seperti paa sih gaya-gaya Pemilu paling unik di dunia itu? Berikut adalah ulasannya dirangkum dari beberapa sumber.

1. Estonia

Estonia adalah salah satu negara yang ada di Eropa Utara. Meski Estonia termasuk dalam salah satu negara termiskin di Uni Eropa, Nyatanya negara ini justru paling revolusioner. Bagaimana tidak, negara ini merupakan negara pertama yang menggunakan pemilu online di dunia.

2. Brazil

Brazil adalah salah satu negara yang menerapkan teknologi dalam pelaksanaan Pemilunya. Dilansir dari unggahan Istagram @kokbisa, negara ini memiliki alat elektronik pemilu. Dengan alat ini, pemerintah Brazil berhasil menurunkan suara tidak sah hingga 66 persen. Wow, cukup efektif ya.

3. Gambia

Yap, rupanya pemilu di Gambia ini adalah yang paling unik di dunia. Bagaimana tidak, pemilu di sini menggunakan kelereng untuk menentukan presiden! Wah, gimana bisa sah ya?

Ternyata, suara pemilih akan dihitung ketika ada bunyi lonceng dari kelereng yang jatuh di masing-masing drum yang sudah disediakan. Namun, semakin kesini metode ini dipandang kurang efektif sehingga mereka kemudian memilih beralih ke surat suara.

4. Australia

Di Australia, ada beberapa negara yang menerapkan denda bagi warganya yang tidak memilih. Kabarnya, denda ini berkisar sekitar 20 dolar Australia. Bahkan, nominal denda akan bertambah jika alasan pemilih dianggap tidak sah.

[irp]

5. Arab Saudi

Dulu, Arab Saudi juga termasuk dalam negara penyelenggara pemilu yang aneh di dunia. bagaimana tidak aneh, setiap  negara pastilah dihuni oleh penduduk laki-laki dan perempuan. Namun, yang terjadi di Arab justru penduduk laki-laki yang memiliki hak pilih sedangkan wanita tidak.

Sejak 2015, pemerintah Arab Saudi telah menghapus peraturan ini. Wanita-wanita di Arab Saudi kini memiliki hak pilih yang sama. Selain itu, wanita di Arab Saudi kini juga diperkenankan menyetir dan memiliki izin mengemudi resmi. (AL)