Usai Bertemu Jokowi, SBY Ungkap Dirinya dan AHY Dibully Sangat Kejam!

BALITODAY.NET - Usai pertemuan Presiden Jokowi dengan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Kepresidenan beberapa waktu yang lalu, SBY dan AHY ternyata mendapat banyak serangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY mengungkapkan dirinya, AHY, dan Partai Demokrat diserbu dengan serangan-serangan oleh pihak tertentu. "Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY lewat siaran video dilansir dari Kompas.com (27/5/2019). Hal ini kemudian ditanggapi SBY dengan bijak. Presiden keenam RI ini menerima serangan tersebut sebagai tahap penggemblengan bagi-orang-orang yang masuk dalam dunia politik. Selain itu, dari serangan tersebut mereka bisa membaca kelompok-kelompok yang ternyata kontra dengan mereka. "Setelah itu AHY dibully sangat kejam. Mungkin itu cara Tuhan untuk menggemble

BPN Ajukan Gugatan ke MK, Amien Rais: Saya Pesimis

BALITODAY.NET - Tim kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengajukan gugatan hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (25/5/2019). Namun, anggota dewan pembina BPN, Amien Rais justru menyatakan kepesimisannya. Amien Rais pesimis bahwa MK nantinya bisa mengubah hasil Pilpres. "Hari ini insyaallah kita sudah turun (untuk mengajukan gugatan sengketa) ke MK. Walaupun saya pesimis, MK merubah keadaan," ujar Amien di Mapolda Metro Jaya dilansir  dari CNN Indonesia (24/5/2019). [irp] Lebih lanjut, Amien mengungkapkan BPN percaya ada kecurangan yang terjadi pada Pilpres. Diakui olehnya pula, BPN sebetulnya sudah tidak mengakui hasil Pilpres tersebut. "Kalau sampai terjadi kecurangan yang bersifat terstruktur, masif, dan sistematif, maka tentu kita tidak perlu lagi mengakui hasil KPU itu, sesungguhnya kami tahu, BPN ini tidak mengakui. Tapi, kita dipaksa oleh jalur hukum," pungkasnya. Dengan keputusan mengikuti jalur

Jika Ada Aksi Lagi, Wiranto Sebut Hanya Prabowo yang Bisa Menghentikan

BALITODAY.NET - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut jika aksi anarkis kembali terjadi maka yang harus bertanggung jawab adalah capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Wiranto menilai hanya Prabowo yang bisa menghentikan aksi-aksi kekerasan dari para pendukungnya. Sebagaimana diketahui, kerusuhan yang terjadi pada Rabu (22/5/2019) lalu dikatakan begitu mengganggu ketentraman dan aktivitas warga. [irp] "Kita lihat nanti kalau seandainya masih ada niatan dari para pendukungnya, pengikutnya, untuk melakukan aksi-aksi yang anarkis, seperti yang terjadi kemarin itu, yang paling bertanggung jawab untuk menghentikan itu hanya sang pemimpin, Pak Prabowo sendiri," ujar Wiranto dilansir dari CNN Indonesia (24/5/2019). Seruan aksi damai dari Prabowo dan timnya juga sudah digaungkan. Jika Prabowo bisa memaksimalkan seruan itu agar dipatuhi oleh para pendukungnya, Wiranto mengatakan ia akan sangat hormat

Jembatan Brooklyn, Jembatan Megah yang Dibangun Insinyur Lumpuh

BALITODAY.NET - Jembatan Brooklyn adalah salah satu landmark ikonik yang dimiliki New York. Dibalik kemegahannya, siapa yang menyangka pembangunannya atas pemikiran seorang insinyur yang tak berdaya? Awal pembangunan jembatan ini diinisiasi oleh seorang insinyur yang berpengalaman dalam membuat jembatan gantung bernama John Roebling. Pada tahun 1870, Roebling memiliki mimpi untuk membangun jembatan megah yang menghubungkan New York dan New Island. [irp] Keinginannya semakin kuat karena kala itu belum ada jembatan yang spektakuler. Namun sayang, ide Roebling banyak mendapat penolakan dari para insinyur jembatan. Mereka mengatakan pembangunan jembatan di atas East River mustahil. Sebab, lalu lintas perekonomian di East River sangat ramai. Meski mendapat banyak penolakan, Roebling tetap bersikukuh membangun jembatan tersebut. Akhirnya, ia meminta putranya yang seorang arsitek, Washington Roebling untuk mewujudkan jembatan megah tersebut. Naha

Pasca Gempuran #TangkapPrabowo, Mahfud MD Justru Bela Prabowo dan Tim?

BALITODAY.NET - Terkait kerusuhan aksi di Jakarta pada Rabu (22/5/2019), banyak pihak yang menyerukan capres nomor urut 02 untuk bertanggung jawab. Hal ini lantaran mereka menduga dalang dari perpecahan ini bersumber dari Prabowo. Di tengah gempuran permintaan masyarakat yang menyalahkan Prabowo, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD justru melihat hal yang berbeda. Mahfud menilai orang yang harus bertanggung jawab atas kasus tersebut bukanlah Prabowo dan timnya.[irp] Mahfud menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan tanggung jawab dari pribadi pelaku aksi 22 Mei tersebut. "Kesimpulan pertama dari saya tentang peristiwa ini demo-demo yang diwarnai oleh tindakan kekerasan itu tentu bukan lagi menjadi tanggung jawab Prabowo Subianto bersama timnya, tetapi merupakan tanggung jawab pribadi-pribadi pelakunya,” ujar Mahfud MD. Mahfud MD mengatakan demikian karena menurutnya hal ini memang  harus dilihat secara pribadi. Walaupun ada tim

Kericuhan di Jakarta Belum Reda, #TangkapPrabowo Menggema

BALITODAY.NET - Kericuhan yang terjadi di Jakarta antara kepolisian dengan sekelompok massa sejak Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) pagi ini belum usai. Di saat yang bersamaan, warganet Twitter menggaungkan #TangkapPrabowo. Terpantau sejak pagi tadi hingga siang ini, #TangkapPrabowo masih menduduki posisi pertama trending topic Indonesia. Warganet banyak yang mencuitkan tagar ini sebab menurut mereka capres nomor urut 02, Prabowo menjadi biang dari kerusuhan. [irp]

Bersitegang, Direktur Kemlu Sebut Trump Adalah Presiden Gila!

BALITODAY.NET - Menyusul ketegangan hubungan antara Iran dan AS, seorang direktur dari Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian menyebut Presiden AS Donald Trump adalah presiden gila. Hal ini lantaran menurutnya AS sedang dilanda kebingungan. Amir menilai Trump disatu sisi sedang menekan Iran dengan sanksi ekonomi. Di sisi lain lagi, Trump juga ingin berdialog denngan Iran. "Dalam pikirannya, Trump berpikir dia mengarahkan pistol ke kepala Iran dengan sanksi dan dia mencoba mematikan ekonomi kami. Ini semua ada di dalam imajinasi Trump. Dan sekarang dia ingin kami berdialog dengannya? Dia (Trump) adalah presiden gila," ujar Amir-Abdollahian dilansir dari CNN (20/5/2019). [irp] Tidak hanya menyebut Trump sebagai presiden gila, Amir juga menilai Trump adalah pemimpin yang plin-plan. Hal ini diungkapkannya karena ia seringkali merasa bingung ketika berurusan dengan Gedung Putih. "Trump tidak cukup seimbang dan stabil dalam penga

Prabowo-Sandi Ajukan Gugatan ke MK, Mantan Ketua MK: Itu Sulit Sekali

BALITODAY.NET - Paslon capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi berencana melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). BPN Prabowo-Sandi menyatakan pihaknya memiliki pertimbangan yang cukup untuk menggugat hasil perhitungan KPU. Sebagaimana diketahui, KPU telah mengumumkan hasil rekapitulasi hasil Pilpres 2019 pada Selasa (21/5/2019). Paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf memenangkan Pilpres dengan perolehan suara 55.50% sedangkan paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi mendapatkan 44.50%. Terkait hal ini, mantan Ketua MK Hamdan Zoelva mengatakan langkah mengajukan gugatan MK tidaklah mudah. Hal ini kian ditegaskan oleh Hamdan karena perolehan suara antara dua paslon memiliki selisih yang jauh. [irp] "Itu sangat sulit sekali, susah, dan tidak gampang," ujar Hamdan dalam acara Aiman di Kompas TV, Senin (20/5/2019) melalui Kompas.com (21/5/2019). Hamdan mengatakan demikian karena paslon yang mengajukan gugatan harus mampu membuktikan kecura

Buzzer Kubu 02 Cemooh Ani Yudhoyono, Prabowo-Sandi Kehilangan Pendukung?

BALITODAY.NET - Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menyatakan dirinya mundur dari kubu pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Hal ini lantaran ia tak terima dengan pernyataan akun buzzer pendukung paslon nomor 02 yang dinilainya mencemooh Ani Yudhoyono. “Pagi ini, sy menemukan bully-an yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTAL. Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI," ujar Ferdinand Hutahaean di akun Twitter-nya, Minggu (19/5/2019). [irp] Meski demikian, Ferdinand mengaku sikapnya ini adlaah sikap pribadi dan bukan atas nama Partai Demokrat. "Itu pernyataan saya pribadi. Saya ke sana tidak menyebut Demokrat. Saya menyebut diri saya," ujarnya. Tekad untuk mundur dari barisan Prabowo-Sandi sudah ia

Rizal Ramli Juluki Sri Mulyani ‘Ratu Utang’, Begini Pembelaan Kemenkeu

BALITODAY.NET - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menanggapi cuitan Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai ‘Ratu Utang’. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Nufransa mengatakan Rizal Ramli tidaklah patut untuk mengatakan demikian. Sebagaimana diketahui, Rizal Ramli pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan. Nufransa menilai Rizal Ramli lah yang tidak paham mekanisme pengelolaan APBN. "Julukan ratu utang menunjukkan bahwa Rizal Ramli sangat tidak paham terhadap mekanisme pemerintahan khususnya dalam pengelolaan APBN," kata Nufransa dilansir dari Detik.com (18/5/2019). [irp] Sementara itu, mengenai cuitan Rizal yang menyatakan utang pemerintah yang bertambah Rp 347 triliun dari April 2018 ke April 2019, Nufransa memiliki jawaban sendiri. Nufransa mengakui jika hitungan diakumulasikan satu tahun, utang pemerintah memang bertambah. Namun, jika dirinci per bulannya, utang peme

Stay connected

0FansLike
0FollowersFollow
12,428SubscribersSubscribe

Latest article

Termasuk Tol Mapan, Ini 5 Tol Terindah di Indonesia!

BALITODAY.NET - Kamu berencana untuk mudik lewat jalur darat? Coba deh lewat lima tol yang banyak disebut sebagai tol terindah di Indonesia ini. Dijamin, perjalananmu pasti menyenangkan! Eitss, keindahan lima tol ini kebanyakan hanya bisa kamu nikmati ketika pagi-sore hari saja ya.

1. Tol Bawen-Salatiga

 

Penikaman Massal Sasar Bocah SD, Terduga Pelaku Sempat Tikam Diri Sendiri

BALITODAY.NET - Penikaman massal yang menyasar anak SD terjadi di Kawasaki, Jepang, Selasa (28/5/2019). Berdasarkan informasi, puluhan orang dinyatakan luka-luka termasuk seorang siswi SD dinyatakan meninggal. Penikaman ini terjadi di halte bus setempat saat orang-orang akan berangkat kerja dan anak-anak berangkat ke sekolah. Menurut keterangan saksi mata, ia melihat seorang siswa SD tergeletak di aspal karenanya. [irp] Saksi mata menuturkan kejadian penikaman tersebut sangat jarang terjadi. Apalagi kawasan lokasi kejadian merupakan kawasan yang tenang. "Ada sebuah halte lainnya di dekat sebuah Sekolah Dasar dan saya juga melihat siswa Sekolah Dasar tergeletak di aspal... Ini merupakan lingkungan yang tenang, sungguh menakutkan melihat hal semacam ini terjadi," ujar salah seorang saksi mata, Selasa (28/5/2019). Dilansir dari NHK melalui Detik.com (28/5/2019), terduga pelaku telah berhasil ditangkap polisi. Namun, kondisinya telah luka  pa

Usai Bertemu Jokowi, SBY Ungkap Dirinya dan AHY Dibully Sangat Kejam!

BALITODAY.NET - Usai pertemuan Presiden Jokowi dengan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Kepresidenan beberapa waktu yang lalu, SBY dan AHY ternyata mendapat banyak serangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY mengungkapkan dirinya, AHY, dan Partai Demokrat diserbu dengan serangan-serangan oleh pihak tertentu. "Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY lewat siaran video dilansir dari Kompas.com (27/5/2019). Hal ini kemudian ditanggapi SBY dengan bijak. Presiden keenam RI ini menerima serangan tersebut sebagai tahap penggemblengan bagi-orang-orang yang masuk dalam dunia politik. Selain itu, dari serangan tersebut mereka bisa membaca kelompok-kelompok yang ternyata kontra dengan mereka. "Setelah itu AHY dibully sangat kejam. Mungkin itu cara Tuhan untuk menggemble