India tengah diserang gelombang panas,

tercatat sudah membunuh lebih dari 1.100 orang. Memang terdengar mengerikan, namun sebenarnya panas itu bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2007 silam lebih dari 100 orang warga di kawasan India Utara menjadi korban gelombang panas yang mencapai suhu 45 derajat celcius. Sedangkan dalam sepekan terakhir ini kawasan selatan India yakni Telangana dan Andhara Pradesh menjadi korban, dengan suhu rendah 47 derajat celcius dan rata-rata mencapai 50 derajat celcius.

Dr. Gulrez Shah Azhar yang merupakan seorang peniliti kesehatan masyarakat di Santa Monica ini menyatakan jika kematian bukan akibat utama dari gelombang panas itu. Melainkan gelombang panas menjadi ganas bagi orang yang sebelumnya sudah memiliki gangguan kesehatan seperti penyakit jantung atau dehidrasi.

Kebanyakan dari para korban adalah buruh miskin dan orang-orang tua. Para korban menyatakan tak mampu menuruti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di dalam rumah karena jika diam di rumah saja maka mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

“Rumah sakit di India kini mulai kewalahan menangani pasien korban gelombang suhu panas ekstrim. Kami sebagai petugas medis di distrik selama 40 tahun ini belum pernah melihat hal ini sebelumnya, dengan begitu banyak orang yang datang dalam kondisi tidak bernyawa,” kata JV Subbarao, petugas medis di Rajiv Gandhi Institute for Medical Sciences di Andhara Pradesh.

 

Source : Kompasiana.com    Editor : Indriana M