“Teman ahok” mengajak warga dan masyarakat DKI untuk mengumpulkan ktp hal itu di tunjukan warga DKI  Jakarta dalam mendukung ahok untuk maju dalam Calon Gubenur pada tahun 2017 mendatang.

Namun aksi pengumpulan ktp ini seakan tidak berjalan lancar karena adanya peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memperketan syarat percalonan Kader Inderpenden.

Salah satu syaratnya adalah pengumpulan KTP yang tidak bisa lagi dilakukan melalui email atau online, tetapi harus memiliki keabsahan dalam bentuk cetak fisik (hardcopy).

Dalam website www.temanahok.com menjelasakan  empat langkah untuk warga yang berminat memberikan dukungannya pada Ahok. Langkah pertama adalah dengan mengunduh file panduan mengisi formulir (2 lembar), form dukungan model B-1 KWK Perserorangan (3 lembar) dan terakhir formulir pernyataan tidak mendukung calon lain (1 lembar). Print semua form dengan menggunakan kertas Folio/F4/Legal.

Langkah kedua yakni  mengisi form dukungan model B1-KWK Perseorangan di halaman 1 dan 2 saja. Namun halaman 3 tidak perlu diisi karena itu merupakan lembar pengesahan. Setiap form hanya berlaku untuk kelurahan yang sama. Misal, dalam satu form berisi 10 orang pendukung, maka  KTP yang harus di kumpulkan harus berdomisili dari kelurahan yang sama

Langkah ketiga calon warga pendukung Ahok diminta mengisi formulir tidak mendukung calon lain di lembar Model TA 1-TMN Ahok. pengisian formulir harus dengan data sebenarnya. Warga diminta menyertakan fotokopi KTP ukuran asli yang ditempel dalam form ini dengan sisi biodata menghadap ke depan. bukti identitas yang sah adalah KTP DKI Jakarta, Paspor yang dikeluarkan asli oleh kantor imigrasi  DKI jakarta dan terakhir Kartu Keluarga  DKI Jakarta.

Langkah keempat yakni memasukan semua Form ke dalam amplop jika dikirim melaui Pos ke PO BOX 1072 JKS 12010.
warga pendukung Ahok juga bisa mengirimkan atau bahkan mengantarkan dokumen tersebut langsung ke Sekretariat Teman Ahok di Komplek Graha Pejaten Nomor 3, Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12510.
Dokumen ini jangan jangan sampaik Rusak,Sobek,Basah atau Terlipat. Namun sebelum mengirim, warga pendukung Ahok diminta memotret dokumen tersebut dan mengunggahnya ke Twitter, dengan memberikan tag ke akun @temanahok, atau mempostingnya ke laman Facebook Teman Ahok.

Sumber : kompas.com editor : Indriana M