Kecelakaan truk © www.beritadaerah.co.id

Tingginya intensitas hujan di daerah Bali saat ini, membuat masyarakat pun khawatir dan terus waspada. Pasalnya beberapa jalanan di Bali, termasuk Tabanan juga menjadi sangat licin untuk dilewati kendaraan. Senin kemarin (25/2), terbukti dua truk berhasil nyungsep ke parit sebelah kanan dan kiri jalan tepatnya di kilometer 25 memasuki Banjar Samsam, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Jalanan di jalur sepanjang Denpasar- Gilimanuk ini disebut masyarakat sebagai jalur tengkorak, karena saat hujan jalan akan menjadi licin dan cukup banyak memakan korban.

Kejadian ini berawal dari sebuah truk Mitsubishi DK 9561 FI bermuatan rongsokan besi lebih dulu nyungsep yakni pada Minggu (24/1) malam sekitar pukul 21.00 WITA. Truk yang dikendarai oleh Muhamad Misnadi (40) asl Bondowoso Jawa timur melaju dari arah Denpasar menuju ke Surabaya.

Misnadi membawa besi rongsokan dengan berat 18 ton. Di Tanjakan Samsam II, dia hendak menghindar dari kendaraan yang tidak bisa menanjak dengan mendahuluuinya. Namun naas saat hendak menyalip remnya tak berfungsi.

“Saat saya menghindari mobil yang ndak bisa nanjak, rem saya malah blong sehingga saya banting stir ke kiri, dan masuk parit,” ceritanya kepada Suaradewata.

Kejadian kedua, dialami oleh I Made Sujana (40) warga Dusun Bungan Kapal, Desa Tunjuk, Tabanan yang mengemudikan sebuah truk pengangkut sampah milik DKP Kabupaten Tabanan (25/1). Saat sedang bekerja hari itu, Sujana juga mengajak temannya Gede Sudarmayasa (30) warga Banjar Bungan Kapal, Desa Tunjuk, Tabanan dan Putu Sumantra (39) warga Banjar Tragtag, Desa Kukuh, Kecamatan Marga.

Awalnya truk bernopol DK 9305 G tersebut melaju dari arah timur sekitar pukul 10.30 WITA. Saat sampai di jalur tengkorak, dia mencoba berhenti karena ada truk didepannya yang berhenti. Namun malang saat menginjak rem ban truk justru slip, sehingga dia memutuskan membanting stir ke kanan guna menghindari tabrakan.

“Tidak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa, hanya kerugian materiil diperkirakan dialami truk pengangkut rongsokan besi sebesar Rp20 juta. Dan saat ini kita masih menunggu kendaraan untuk menderek kedua truk ini,” ujar Kapolsek Kerambitan Kompol I Gede Made Punia seijin Kapolres Tabanan saat dimintai keterangan.

(sua/nei)