Banjir bandang © www.okemanado.com

Bencana banjir bandang yang menghantam Kabupaten Bueleleng Sabtu lalu (24/1), tidak hanya membuat beberapa rumah warga hancur diterjang arus, namun juga sekolah sebagai sarana belajar anak-anak Buleleng. Salah satunya adalah Sekolah Dasar Negeri 1 Anturan yang terletak di Desa Anturan, Kecamatan Sukasada.

Karena tidak kuat diterjang arus banjir saat itu, tembok pembatas sekolah akhirnya runtuh sepanjang 11 meter. Tembok tersebut merupakan pembatas dengan jalan masyarakat yang tepat berada disebelahnya.

Kepala Sekolah SDN 1 Anturan Putu Sulaba mengatakan, akibat runtuhnya tembok pembatas ini, tembok bangunan toilet dan kantin yang berbatasan langsung dengan tembok tersebut menjadi ikut retak. Siswa pun tak berani mendekati wilayah reruntuhan.

“Kondisi tanah yang labih cukup mengkhawatirkan karena runtuhnya bisa bertambah. Dan kondisi kerusakannya memang tidak mengganggu aktifitas belajar mengajar di sekolah. Tapi para pelajar jelas tidak berani jajan ke kantin yang dekat dengan lokasi jebolnya tembok. Dan sangat rawan untuk kesehatan ketika mereka jajan sembarang di luar sekolah,” ujar Sulaba kepada Suaradewata, Senin (25/1).

Sulaba pun menambahkan, jika tak segera diperbaiki dia khawatir bangunan runtuh akan merembet ke bangunan sekolah lain karena keduanya tersambung. Terkait pelaporan, dia mengaku telah melapor kepada pemerintah Bueleleng dan meminta agar dapat secepatnya dilakukan perbaikan.

“Mudah-mudahan dari pihak terkait untuk segera melakukan survey ke lapangan (SDN 1 Anturan, Red) dan melihat kondisi kerusakan. Biar bisa dibantu secepat mungkin dan kalau bisa satu dua minggu sudah dibantu. Karena sekarang musim hujan sehingga takutnya kerusakan akan tambah parah,” ungkapnya.

Sulaba menduga kerugian yang ditimbulkan akibat bencana ini berada di sekitaran Rp40 juta. Dengan adanya tindakan cepat dari epmerintah, dia berharap anak-anak pun bisa lebih aman bermain di lingkungan sekolah.

(sua/nei)